Kecantikan & Kesehatan

Waspadalah, Heat Stroke Bisa Terjadi Saat Macet!

Heat Stroke bisa terjadi saat macet
Ilustrasi (Foto: detak.co)
77views

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa dalam 130 tahun terakhir ini, suhu bumi meningkat sekitar 0,85 derajat Celsius. Peningkatan suhu ini terjadi karena peningkatan kadar CO2 di udara dan terperangkap di dalam bumi. Hal inilah yang disebut dengan efek rumah kaca.

Efek rumah kaca ini bisa memicu banyak hal negatif. Salah satunya adalah heat stroke. Heat stroke atau sengatan panas adalah kondisi dimana suhu tubuh terlalu panas dan tubuh tidak mampu menurunkan suhu itu. Suhu tubuh bisa meningkat hingga 40 derajat Celsius atau lebih.

Pada umumnya, heat stroke disebabkan oleh paparan suhu panas di luar tubuh dalam jangka waktu lama. Itu berarti bahwa orang yang terpapar sinar matahari di tengah kemacetan lalu lintas bisa mengalami heat stroke itu. Namun, tidak jarang terjadi juga bahwa sengatan panas itu dapat dipicu oleh aktivitas fisik atau olahraga berat dalam cuaca yang panas.

Dalam beberapa kasus, heat stroke bisa meningkat levelnya menjadi ekstrem. Dan karena itu harus ditangani oleh dokter. Sementara dalam beberapa kasus yang lain, heat stroke itu dapat menghilang dengan sendirinya.

Berikut ini, seperti dilansir Prevention, ada enam gejala heat stroke yang harus kamu waspadai:

Suhu tubuh tinggi

Heat Stroke bisa terjadi saat macet
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Ketika suhu tubuhmu atau suhu tubuh seseorang meningkat hingga mencapai 40 derajat Celsius, kamu sedang mengalami heat stroke. Oleh karena itu, segeralah mencari pertolongan medis.

Tubuh berhenti berkeringat

Heat Stroke bisa terjadi saat macet
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Jika kamu berada di luar ruangan atau di tempat yang sangat panas, tubuhmu akan berhenti mempertahankan suhu internal intinya. Dalam kondisi heat stroke, tubuhmu bisa saja berhenti mengeluarkan keringat. Namun, bisa saja terjadi bahwa sengatan panas yang tidak lazim justru membuat keringat mengalir deras. Kamu harus waspada jika tubuhmu tidak berkeringat atau justru keringat mengucur terlalu deras.

Gangguan kognitif

Heat Stroke bisa terjadi saat macet
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Heat stroke dapat menyerang saraf dan menyebabkan gangguan kognitif. Gangguan ini meliputi kurangnya koordinasi, kebingungan, hingga ketidakmampuan untuk berjalan. Tidak jarang juga terjadi sakit. Indikasi paling jelas adalah kamu tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat.

Mual dan muntah

Heat Stroke bisa terjadi saat macet
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ketika tubuh mengeluarkan keringat, sebenarnya tubuh mengalami dehidrasi. Dan suhu yang panas itu akan mempengaruhi berbagai organ tubuh. Akibatnya adalah kondisi semakin buruk. Kamu bisa mengalami pusing, pingsan, mual, dan muntah.

Denyut jantung meningkat dan sulit bernapas

Heat Stroke bisa terjadi saat macet
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Jika kamu berada di tempat yang panas dalalm waktu yang lama, jantungmu berada di bawah tekanan yang luar biasa besar. Mengapa? Karena jantung memompa lebih keras dan lebih cepat untuk memastikan sistem pendinginan alami tubuh bekerja. Akibatnya adalah kamu bisa sulit bernapas atau atau mengalami hiperventilasi.