Kecantikan & Kesehatan

Waspada! Metode Dry Cleaning Bisa Sebabkan Leukemia!

Metode dry cleaning bias sebabkan leukemia
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
80views

Denada Tambunan sedang murung. Putri semata wayangnya, Shakira Aurum, sedang menjalani pengobatan intensif di sebuah rumah sakit di Singapura. Putrinya itu divonis menderita kanker darah (leukemia).

Dilansir alodokter.com, leukemia adalah kanker yang menyerang sel-sel darah putih. Sel darah putih adalah sel yang melindungi tubuh dari benda asing atau penyakit. Sel ini diproduksi oleh sumsum tulang belakang.

Metode dry cleaning bias sebabkan leukemia
Denada dan anaknya (Foto: Instagram)

Dalam keadaan normal, sel-sel darah putih ini akan berkembang secara teratur ketika tumbuh membutuhkannya untuk memberantas infeksi yang muncul. Namun, pada penderita kanker darah, sumsum tulang belakang akan memproduksi sel-sel darah putih yang abnormal, tidak dapat berfungsi dengan baik, dan berlebihan. Karena berlebihan, sel-sel abnormal ini menumpuk dalam sumsum tulang belakang, sehingga membuat sel-sel darah yang sehat berkurang. Sel-sel yang abnormal ini juga menyebar ke organ lain seperti hati, limfa, paru-paru, ginjal, otak, dan tulang belakang.

Ada banyak gejala yang bisa dilihat dari penyakit ini. Yang paling jelas adalah wajah pucat, badan lemah, dan anemi karena kekurangan sel darah merah. Gejala lainnya adalah muncul memar atau lebam tanpa sebab yang jelas. Gejala inilah yang tampak pada Shakira Aurum dan membuat Denada meminta dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam.

Hingga saat ini, seperti dilansir klikdokter.com, penyebab leukemia masih belum diketahui secara. Namun, para peneliti yakin bahwa faktor genetik membawa pengaruh terbesar. Penyebab lainnya adalah lingkungan. Ada banyak hal yang memicu munculnya penyakit berbahaya ini. Pencucian pakaian dengan metode dry cleaning disebut-sebut adalah salah satunya.

Metode dry cleaning bias sebabkan leukemia
Ilustrasi (Foto: Science Source)

Mengapa Dry Cleaning?
Dry cleaning adalah proses mencuci pakaian tanpa air. Yang digunakan adalah larutan khusus yang disebut tetrachlorethylene atau perchlorethylene (PERC). Larutan ini dapat menghilangkan noda dan kotoran. Biasanya metode ini digunakan untuk mencuci pakaian berbahan lembut seperti wol, kulit, atau sutra.

Menurut The International Agency for Research on Cancer (IARC) dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), larutan PERC yang digunakan dalam metode dry cleaning tergolong sebagai zat karsinogenik, zat yang berpotensi menyebabkan kanker pada manusia. American Cancer Society juga menyatakan hal yang. Sejumlah penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa mereka yang sering terpapar PERC seperti pegawai dry cleaning atau pabrik kimia yang menggunakan PERC berisiko menderita beberapa jenis kanker. Sebut saja kanker esofagus, kandung kemih, kanker darah (leukemia), dan kanker kelenjar getah bening (limfoma).

Metode dry cleaning bias sebabkan leukemia
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Senyawa PERC yang tertinggal pada pakaian setelah proses dry cleaning itu dapat menempel pada kulit. Bisa juga terhirup. Dan senyawa ini masuk ke dalam paru-paru dan aliran darah. Dalam jumlah sedikit, senyawa ini dapat dikeluarkan dari tubuh melalui urine. Namun, bila semakin sering terpapar, jumlahnya akan semakin banyak dan menumpuk dalam tubuh. Hal inilah yang memicu timbulnya kanker dan berbagai masalah lain seperti kebingungan, sakit kepala, hingga kerusakan otak dan sel saraf yang lebih parah.