Olahraga

Ulah Kevin Bikin Marcus Gugup Setengah Mati

Marcus/Kevin raih medali emas Asian Games 2018
Marcus/Kevin berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Fajar/Rian (Foto: Antara)
35views

Final ganda putra Asian Games 2018 yang digelar Selasa (28/8) lalu di Istora Senayan bisa jadi merupakan salah satu final terbaik dalam sejarah Asian Games. Bisa jadi merupakan salah satu partai final terbaik dalam sebuah turnamen besar. Dan bisa jadi juga merupakan salah satu partai final terbaik dalam sebuah ajang tepok bulu.

Sejak awal, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo diunggulkan untuk meraih medali emas dalam nomor perorangan. Mereka diyakini dapat mengatasi perlawanan “duo menara” dari China, Li Junhui/Liu Yuchen, pada babak final. Apalagi unggulan pertama dari China itu sudah mereka kalahkan dalam final beregu putra.

Marcus/Kevin raih medali emas Asian Games 2018
(Foto: detikSport)

Ternyata yang melaju ke babak final bukanlah “duo menara” itu, melainkan teman latih tanding mereka, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. FajRi, demikian julukan untuk ganda kedua Indonesia itu, melangkah ke partai puncak setelah mengalahkan “duo menara” dalam sebuah pertarungan yang menghibur. Dengan demikian, terciptalah all Indonesian final.

Banyak yang menduga bahwa Marcus/Kevin dan Fajar/Rian tidak akan menguras keringat masing-masing karena tim Indonesia sudah pasti mendapatkan tambahan 1 emas dan 1 perak. Banyak yang mengira bahwa mereka akan main aman untuk menyimpan tenaga karena Japan Open 2018 sudah di depan mata. Dan tidak sedikit yang menduga bahwa Marcus/Kevin akan mengalah demi kepercayaan diri Fajar/Rian.

Marcus/Kevin raih medali emas Asian Games 2018
(Foto: Liputan6.com)

Ternyata semua dugaan itu salah. Empat anak muda Indonesia itu menunjukkan permainan terbaik level kompetisi tingkat tinggi. Mereka menunjukkan bahwa ini adalah sebenar-benarnya final sebuah kejuaraan bergengsi. Final tetaplah final sekalipun yang dihadapi adalah teman latih tanding.

Sejak set pertama, Marcus/Kevin dibikin kerepotan. Bahkan kewalahan. Pasangan nomor 1 dunia itu seperti tidak diberikan ruang untuk bernapas. Dan mereka kalah.

Marcus/Kevin raih medali emas Asian Games 2018
(Foto: Istimewa)

Pada set kedua, Fajar/Rian tidak berhenti memberikan tekanan. Dalam beberapa kesempatan, Marcus dan Kevin dibikin kewalahan dan akhirnya membuat kesalahan sendiri. Namun, pasangan yang dijuluki “Minions” itu berhasil mengatasi tekanan itu dan keluar sebagai pemenang.

Dalam posisi sama kuat, Marcus/Kevin dan Fajar/Rian bertarung untuk keluar sebagai yang terbaik. Mereka menyuguhkan permainan level dunia yang akan selalu dikenang para pencinta bulutangkis. Skill, kecepatan, teknik, dan strategi mereka perlihatkan dengan sangat lugas.

Marcus/Kevin raih medali emas Asian Games 2018
(Foto: Istimewa)

Pada set ini, ada satu momen yang membuat para penonton geleng-geleng kepala. Papan skor menunjuk angka 22-22 ketika Kevin berlari ke luar lapangan untuk mengganti raketnya karena senar raketnya putus. Ia meninggalkan Marcus seorang diri meladeni permainan Fajar/Rian.

Dari kacamata penonton, keputusan Kevin itu adalah sebuah aksi hiburan berkelas. Aksi yang membuat partai final itu menjadi lebih “gereget”. Apalagi pada “poin-poin kritis” seperti itu.

Marcus/Kevin raih medali emas Asian Games 2018
(Foto: Istimewa)

Itu dari kacamata penonton. Bagaimana dengan Marcus? Bermain tunggal sebenarnya bukanlah masalah untuknya. Dia pernah tercatat sebagai pemain tunggal hingga usia kategori utama (kurang 19 tahun). Dengan demikian, dia punya pengalaman menjaga area permainannya seorang diri.

Masalahnya adalah ini bukan partai tunggal. Yang dia hadapi adalah dua orang yang sejak awal partai final ini memberikan tekanan yang luar biasa besar. Sekali saja mereka melakukan serangan, maka mereka kehilangan poin. Itulah mengapa dia sempat gugup ketika Kevin berlari ke luar lapangan.

Marcus/Kevin raih medali emas Asian Games 2018
(Foto: Istimewa)

“Sempat gugup juga karena itu sudah poin kritis. Makanya saya bilang (kami) beruntung,” kata Marcus dalam konferensi pers usai pertandingan.

Setelah mengganti raket, Kevin kembali terlibat dalam jual-beli serangan. Sampai akhirnya dua smash-nya mengakhiri perlawanan sengit Fajar/Rian. Mereka menang dengan skor 24-22.

“Di game ketiga pun kami sudah terus tertekan. Hampir seperti tak ada lagi harapan,” katanya.

Marcus/Kevin raih medali emas Asian Games 2018
(Foto: Antara)

Kevin/Marcus memang mendapatkan banyak tekanan dari Fajar/Rian dalam laga ini. Mereka kalah pada set pertama. Sebelum akhirnya menang pada set kedua, mereka sempat tertinggal 11-17 dari Fajar/Rian. Pada set ketiga, terjadi tiga kali deuce, yaitu pada skor 20-20, 21-21, dan 22-22, sebelum akhirnya mereka menutup set itu dengan skor 24-22.

“Puji Tuhan, hari ini kami mendapatkan mukjizat karena kami sudah tertinggal jauh, tapi bisa menang. Penampilan Fajar/Rian di luar ekspektasi kami. Mereka bermain dengan sangat baik,” kata Kevin.