Olahraga

Trofi untuk Prancis, tapi Hati Dunia untuk Kroasia

Trofi untuk Prancis, tapi hati dunia untuk Kroasia
Vida tertunduk lesuh, sementara pemain Prancis bersuka cita (Foto: Getty Images)
85views

Piala Dunia 2018 yang digelar di Rusia sudah berakhir. Prancis sudah mengukuhkan diri sebagai yang terbaik dalam pesta sepak bola akbar ini. Mereka merebut trofi untuk kedua kalinya setelah memukul Kroasia dengan skor 4-2.

Melenggangnya Prancis hingga babak akhir sebenarnya sudah diprediksi orang sejak awal. Pasalnya, tim asuhan Didier Deschamps ini diisi oleh talenta muda. Sebut saja Kylian Mbappe, Paul Pogba, Kante, Antoine Griezmann, Samuel Umtiti, Pavard, dan Raphael Varane. Mereka diasah dalam liga-liga top Eropa. Aroma juara mulai tercium ketika mereka memulangkan Uruguay dan Belgia yang telah berhasil mengalahkan Brasil, tim yang sejak ajang ini digelar disebut-sebut bakal dengan mudah merengkuh trofi itu.

Tidak seperti Prancis, Kroasia tidak masuk dalam kategori tim unggulan. Hanya dimasukkan dalam kelompok tim kuda hitam. Rasanya terlalu tinggi untuk menyandingkan tim asuhan Zlatko Dalic itu dengan tim bertabur bintang semacam Argentina, Brazil, Spanyol, Uruguay, dan Jerman. Hanya beberapa nama terkenal dalam skuat ini: Luca Modric yang menjadi motor serangan Real Madrid, Ivan Rakitic yang memenangi treble bersama Barcelona, Ivan Perisic yang terkenal bersama Inter Milan, dan Lovren yang menjadi salah satu palang tangguh Liverpool.

Trofi untuk Prancis, tapi hati dunia untuk Kroasia
(Foto: Reuters)

Dalam perjalanannya, siapa yang menyangka bahwa tim dari negara yang penduduknya hanya berjumlah 4,5 juta jiwa itu bisa menjadi juara grup. Lionel Messi dan teman-temannya mereka pecundangi pada babak penyisihan grup dengan skor 3-0. Rusia, yang juga menjadi salah satu tim kuda hitam dalam perhelatan akbar ini, pun mereka pulangkan. Demikian juga Inggris pada babak semifinal.

Saatnya untuk mendapatkan jawara baru. Demikianlah riuh rendah suara hampir semua orang di seluruh belahan dunia. Sebuah harapan bahwa Kroasia akan naik ke podium tertinggi. Dan sangat pantas jika itu terjadi.

Sebagian besar penggemar sepak bola, dari mana pun asal mereka, jatuh hati pada perjuangan Modric dan teman-temannya. Mereka disukai karena mereka berjuang tidak kenal lelah. Mereka adalah finalis yang bermain hingga lebih dari 130 menit pada babak perempat final dan semifinal.

Trofi untuk Prancis, tapi hati dunia untuk Kroasia
(Foto: Getty Images)

Aroma juara tercium sejak mereka mendepak Inggris. Wujud trofi itu sudah sangat dekat dalam pandangan mereka. Jarak tangan-tangan mereka dengan trofi itu hanya dipisahkan oleh waktu 90 menit. Ya, hanya 90 menit.

Final itu pun terjadi pada Minggu (15/7) sore di Luzhniki Stadium. Perjalanan Danijel Subasic dan teman-temannya berakhir di sini. Sebuah gol bunuh diri Mario Mandzukic, gol penalti dari Griezmann, gol dari Mbappe, dan gol dari Pogba hanya bisa dibalas dua kali. Masing-masing oleh Perisic pada babak pertama dan Mandzukic pada babak kedua.

Skor 4-2 mengakhiri perjalanan tim yang pada Piala Dunia 1998 lalu meraih juara ketiga itu. Mereka harus menerima kenyataan bahwa Pogba dan teman-temannya lebih efektif memanfaatkan peluang. Mereka harus menerima kenyataan bahwa trofi itu belum bisa mereka bawa ke Kroasia.

Trofi untuk Prancis, tapi hati dunia untuk Kroasia
Paul Pogba bergaya dengan trofi piala dunia (Foto: Reuters)

Yang menarik adalah bahwa tidak hanya Kroasia yang menangis. Lihatlah betapa begitu banyak orang, mulai dari ujung Eropa hingga Amerika Latin, yang mengeluarkan air mata karena Kroasia kalah. Mereka yang jatuh cinta pada perjuangan tanpa kenal lelah, sekalipun tidak diunggulkan sejak awal, bersedih.

Ya, anak-anak asuh Didier Deschamps memang memenangi trofi paling bergengsi itu. Namun, Zlatko Dalic dan anak asuhnya memenangi hati jutaan warga dunia. Dari Eropa ke Amerika Selatan. Dari Afrika hingga Asia. Lihatlah bagaimana akun Instagram sang pelatih, @daliczlatko, dihujani dengan pujian, emoticon cinta, dan tepuk tangan.

“Perjuangan yang hebat. Memang Prancis yang merengkuh trofi itu. Namun, kamu mendapatkan dukungan dunia. Orang-orang Panama mendukungmu,” tulis pemilik akun @dorisin031178.

Trofi untuk Prancis, tapi hati dunia untuk Kroasia
Ivan Rakitic tidak bisa menyembunyikan kesedihannya (Foto: Getty Images)

“Terima kasih atas semua momen yang begitu indah ini. Kalian memenangi hati kami. Kalian sudah melakukan yang terbaik. Sangat bangga kepada kalian,” tulis pemilik akun @niinaaworld.

“Rasa hormat yang besar untuk Kroasia. Tim terbaik dalam Piala Dunia ini. Engkau dan anak-anak asuhmu mengagumkan. Kalian adalah pejuang besar; tidak pernah menyerah, berjuang hingga akhir. Spirit tim ini sangat mengagumkan. Krosia telah memenangi rasa hormat dari semua orang,” tulis pemilik akun @cherly_kimi.

“Kroasia adalah yang terbaik, sang pemenang. Kroasia memenangi hati kami. Aku orang Iran,” tulis pemilik akun @a.p_1338.

Ya, trofi itu memang digenggam Prancis. Namun, hati dunia menjadi rumah untuk Rakitic dan teman-temannya. Mereka sudah memenangi hati jutaan warga dunia dengan kesederhanaan, kerja keras, dan fair play.