Olahraga

Ternyata Tim Korea Bersatu “Sewa” Suporter Indonesia

Korea Bersatu sewa suporter Indonesia
Tim Korea Bersatu meraih medali emas dari cabang perahu naga putri (Foto: Laskar Wong Kito)
23views

Dua hari setelah pembukaan Asian Games 2018, Lee Nak-yeon, Perdana Menteri Korea Selatan, bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin ini berbicara tentang beberapa hal. Salah satunya adalah tentang Asian Games 2018.

Pesta olahraga terbesar di kawasan Asia itu, menurut Lee, telah menyatukan dua negara besar di Semenanjung Korea: Korea Utara dan Korea Selatan. Dan ini adalah sebuah sejarah. Sekaligus sebagai bukti bahwa Indonesia konsisten dalam mewujudkan perdamaian di antara bangsa.

Korea Bersatu sewa suporter Indonesia
Tim Korea Bersatu terdiri atas atlet Korea
Utara dan Korea Selatan (Foto: BBC)

Dalam Asian Games 2018 ini, Korea Utara dan Korea Selatan bersatu membentuk sebuah tim. Joint team ini mengikuti pertandingan tiga cabang olahraga, yaitu bola basket, perahu naga, dan dayung. Hingga berita ini diterbitkan, Kamis (30/8), tim Korea Bersatu ini sudah mengantongi 3 medali: 1 emas dan 2 perunggu.

Pada Minggu (26/8) dan Senin (28/8) lalu, tim Korea Bersatu bertarung dengan tim lain dalam cabang perahu naga di Danau Jakabaring Sport City. Tim perahu naga putri itu meraih medali emas untuk nomor 500 m setelah mengalahkan tim China dalam waktu 24.788 detik. Dalam prosesi penyerahan medali, tim ini memegang bendera putih bergambar peta Semenenanjung Korea dan menyanyikan lagu tradisional Korea yang berjudul Arirang.

Keberhasilan tim Korea Bersatu meraih medali emas ini sedikit banyak dipengaruhi oleh dukungan para suporter. Mereka, yang tampil dengan t-shirt putih bergambar peta Semenanjung Korea, meneriakkan yel-yel dari pinggir danau.

Korea Bersatu sewa suporter Indonesia
Tim perahu naga putri Korea Bersatu (Foto: Istimewa)

“Deahan Mingguk (Korea fighting),” teriak mereka berulang-ulang kali.

Yang menarik adalah sebagian besar para suporter itu bukanlah orang Korea. Mereka adalah anak-anak muda dari Indonesia. Dan mereka dibayar untuk mendukung tim Korea Bersatu.

“Saya nonton (perahu naga) karena diajak ofisial Korea. Ceritanya mereka butuh 15 orang suporter Indonesia untuk dukung tim mereka. Kebetulan salah satu ofisial penanggung jawab itu teman saya. Jadi, dia minta bantuan saya,” kata Heriyanto, salah satu pendukung tim Korea Bersatu, Senin (28/8) lalu seperti dilansir CNN Indonesia.

Korea Bersatu sewa suporter Indonesia
Tim Korea Bersatu meraih emas setelah mengalahkan tim China (Foto: AFP)

Para suporter ini datang dari berbagai kalangan. Ada mahasiswa, ada karyawan/wati, dan lainnya. Mereka akan menerima bayaran setelah Asian Games 2018 berakhir. Selain honor, biaya makan mereka pun ditanggung pihak ofisial Korea Bersatu.

“Bertugas sebagai penanggung jawab ini ada bayarannya. Kami dibayar bulanan pada akhir kerja setelah Asian Games. Kami semua beli tiket. Staf dan orang Korea juga,” jelas Pidadari, penangungg jawab suporter dari Indonesia.

Korea Bersatu sewa suporter Indonesia
Suporter Korea Bersatu (Foto: CNN Indonesia)

Ketika tim Korea Bersatu bertanding dengan tim dari negara lain selain Indonesia, Heriyanto dan teman-temannya tidak mengalami kesulitan untuk memberikan dukungan. Masalah baru muncul kalau tim Indonesia juga ikut bertanding.

“Tapi kalau disuruh dukung Korea dan kemudian ada Indonesia bertanding juga, perasaan itu agak terbagi. Kami bicara juga dengan mereka (pendukung Korea). Mereka bilang, ‘Nanti dukung Korea, ya. Nanti kami dukung Indonesia juga.’ Mereka saling dukung, peduli, ramah, dan diajak bicara juga asyik,” cerita Heriyanto.

Korea Bersatu sewa suporter Indonesia
Para suporter ini dibayar setelah Asian Games 2018 berakhir (Foto: CNN Indonesia)

Alih-alih beradu yel-yel, suporter Indonesia dan Korea Bersatu kompak saling bantu ketika mendukung negaranya masing-masing.

“Kalau sedang mendukung Korea, yel-yelnya adalah ‘Deahan Mingguk’ atau Korea fighting. Tapi kalau mereka dukung Indonesia, mereka teriak ‘In-do-ne-sia’,” tambah Pidadari.