Kecantikan & Kesehatan

Tentang Kram Otot yang Dialami Anthony Ginting Dalam Partai Final Asian Games 2018

Tentang kram yang dialami Anthony Ginting dalam final Asian Games 2018
Anthony Ginting terkapar di pinggir lapangan karena kram (Foto: detikcom)
169views
Waktu baca : 3 menit

Partai final cabang badminton Asian Games 2018 sudah berakhir Rabu (22/8) malam. Tim beregu putra Indonesia kalah 1-3 dari tim China. Dengan demikian, Kevin Sanjaya dan teman-temannya meraih medali perak. Sementara medali perunggu diraih tim China Taipei dan Jepang.

Tim Indonesia memang gagal meraih emas. Namun, mereka sudah merebut hati seluruh masyarakat Indonesia karena mereka berjuang hingga akhir. Bahkan berjuang dalam kesakitan yang hebat karena kram otot seperti yang dialami Anthony S. Ginting.

Tentang kram yang dialami Anthony Ginting dalam final Asian Games 2018
Ginting bertarung dalam kesakitan (Foto: detikcom)

Ginting menjadi wakil pertama Indonesia yang bertanding. Ia melawan Shu Yuqi, salah satu pemain tunggal terbaik dunia. Set pertama dimenangi Ginting dengan skor 21-14. Pada set kedua, pertandingan berjalan seru. Poin keduanya susul-menyusul sebelum akhirnya Shi Yuqi menutup game kedua itu dengan skor 23-21.

Sama seperti 2 set sebelumnya, set ketiga ini pun berjalan seru. Terjadi susul menyusul poin sebelum akhirnya drama itu datang. Ginting mengalami kram ketika tengah memimpin 16-15. Kram otot itu membuatnya tidak bisa lincah lagi seperti 2 set sebelumnya. Ia bahkan sempat tergeletak di tengah lapangan karena kaki kirinya hampir tidak bisa digerakkan.

Tentang kram yang dialami Anthony Ginting dalam final Asian Games 2018
Ginting tergeletakk di tengah lapangan karena kaki kirinya kram (Foto: detikcom)

Dalam kesakitan yang luar biasa, ia berusaha melanjutkan pertandingan. Sampai akhirnya kram otot itu benar-benar menyudahi perjuangannya. Ia kembali tergeletak di pinggir lapangan ketika papan skor menunjuk 20-21. Pertandingan dihentikan dan kemenangan jatuh ke tangan Shu Yuqi.

Mengapa kram?
Dilansir Healthline, kram sering terjadi pada seseorang yang terlalu berat melakukan olahraga tertentu. Baik pada atlet maupun nonatlet. Biasanya kram sering terjadi pada kaki dan tangan.

Tentang kram yang dialami Anthony Ginting dalam final Asian Games 2018
Kram otot membuat Ginting tidak bisa menyelesaikan pertandingan (Foto: detikcom)

Kram dapat terjadi karena adanya kontraksi otot secara tiba-tiba. Kontraksi itu membuat otot menjadi tegang. Dengan demikian, bagian tubuh yang mengalami kontraksi sulit digerakkan dan muncul rasa sakit.

Apa yang harus dilakukan jika sudah terjadi kram? Pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah mengompresnya dengan es atau spray dingin untuk meredakan tegangan pada otot. Asupan makanan asam juga dapat mempercepat pemulihan.

Cepat atau lamanya pemulihan kram tergantung pada tingkat kram yang dialami. Bila ringan, kram itu bisa pulih kurang dari sehari. Jika parah, bisa memakan waktu 1—2 hari.

Tentang kram yang dialami Anthony Ginting dalam final Asian Games 2018
Presiden Jokowi menjenguk Ginting di ruangan perawatan Istoran Senayan (Foto: Biro Pers Setpres)

Agar tidak terjadi kram, baik pada tangan maupun pada kaki, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebelum mulai berolahraga. Pertama-tama adalah melakukan peregangan otot. Hal berikutnya adalah tidak mengonsumsi makanan berlebihan. Dan pastikan tubuh memiliki cairan yang cukup sebelum olahraga.