fbpx
Teknologi

Tidak Main-Main, Setiap Bulan, WhatsApp Hapus 2 Juta Akun Penyebar Hoax

WhatsApp hapus akun penyebar hoax
WhatsApp (Foto: tribune.com.pk)
144views

Hoax menyebar begitu cepat melalui media sosial. Selama tahun politik ini, setiap hari, ribuan bahkan jutaan kabar bohong tercipta dan tersebar. Hoax tentang apa saja dan dikirim oleh siapa saja. Itu belum termasuk ujaran kebencian yang berseliweran tak kenal jam dalam berbagai platform media sosial.

Potensi kerusuhan dan kekacauan dari kabar bohong dan ujaran kebencian ini begitu cepat. Bahkan bisa menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Oleh karena itulah, media sosial besar seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan WhatsApp melakukan berbagai upaya untuk mengatasi dan menghindari potensi konflik itu.

Salah satu yang dilakukan adalah meningkatkan sistem keamanan dan filter untuk menghindarkan upaya penyebaran hoax dan ujaran kebencian. Akun-akun yang dinilai menyebarkan hoax dihapus. WhatsApp sendiri dilaporkan menghapus 2 juta akun setiap bulan untuk menghentikan penyebaran informasi palsu.

WhatsApp hapus akun penyebar hoax
Ilustrasi (Foto: CNBC Indonesia)

“Terkadang orang mencoba untuk mengeksploitasi layanan kami. Beberapa mungkin ingin mendistribusikan tautan umpan-klik yang dirancang untuk menangkap informasi pribadi, sementara yang lain ingin mempromosikan sebuah ide,” kata Carl Woog, juru bicara WhatsApp, seperti dilansir laman thestar.

WhatsApp mulai melakukan hal ini sejak munculnya kontroversi partai politik di India. Dilaporkan bahwa telah terjadi penyalahgunaan layanan menjelang pemilihan umum tahun lalu. Sebuah partai politik menyebarkan berita palsu untuk mempengaruhi pemilih. Nyawa banyak orang melayang karena kabar bohong itu. Hal serupa juga dimanfaatkan untuk memicu kerusuhan di Brazil dan Myanmar dalam beberapa bulan terakhir.

Baca :   Masyarakat Vietnam Antusias Menyambut Go-Jek
WhatsApp hapus akun penyebar hoax
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

“Terlepas dari tujuannya apa, pengiriman pesan otomatis dan massal melanggar ketentuan layanan kami. Dan salah satu prioritas kami adalah mencegah dan menghentikan penyalahgunaan semacam ini,” kata Woog.

Tidak hanya WhatsApp yang melakukan upaya itu. Facebook pun melakukan hal yang sama. Dilansir The Guardian, tahun lalu, Facebook telah menghapus 1,5 miliar akun dalam 6 bulan. Sementara itu, pada Juli tahun lalu, Twitter mencabut jutaan akun yang dinilai menyebarkan kabar bohong dan ujaran kebencian yang memicu terjadinya kekacauan.