fbpx
Teknologi

Mau Konsultasi Kesehatan Gratis? Download Saja Sehatpedia

Foto: Istimewa
288views

Sekarang kamu tidak perlu repot jika ingin konsultasi kesehatan dan mendapatkan informasi tentang kesehatan. Kamu tinggal download dan register aplikasi Sehatpedia melalui smartphone kamu di Google Play Store.

Aplikasi buatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini sudah bisa mengakses fitur tentang artikel kesehatan, konsultasi kesehatan dengan dokter dari banyak rumah sakit dan e-policy.  Kamu juga bisa mengakses seluruh peraturan perundang-undangan bidang kesehatan sampai dengan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) di aplikasi ini.

Foto: Istimewa

Sehatpedia merupakan cara Kemenkes dalam menyesuaikan program dengan industri 4.0. Di mana akses informasi kesehatan mudah didapat masyarakat dengan memanfaatkan teknologi.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Agus Hadian Rahim, Sp.OT(K), M.Epid, MH.Kes menjelaskan, Sehatpedia adalah salah satu startup yang dikemas Kemenkes dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi kesehatan terpercaya dan konsultasi gratis. “Selain konsultasi, ada juga artikel kesehatan dan jurnal kesehatan yang mudah diakses. Ada juga kebijakan-kebijakan kesehatan di situ,” terang Agus, dilansir dari depkes.go.id.

dr. Agus Hadian Rahim, Sp.OT(K), M.Epid, MH.Kes, Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Foto: Istimewa)

Agus menambahkan, Sehatpedia dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. Jika konsultasi, akan direspons oleh dokter dari 32 rumah sakit vertikal Kemenkes. “Sementara ini, 32 RS vertikal dan 582 dokter yang sudah STR dan SIP, dan kompetensinya bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Agus.

Baca :   Saingi ‘Lambe Turah’, Kemenkominfo Buat ‘Lambe Hoaks’

Dalam mengisi konten artikel kesehatan, Sehatpedia dibantu oleh 3 komunitas, yakni dari Kesehatan untuk Junior Indonesia (Kejora) yang membuat artikel kesehatan anak, komunitas GARASI KITA, dan Perkumpulan Staf Pengajar FKG UI.

Foto: Istimewa

Selain itu, Sehatpedia juga dapat menjawab kesimpangsiuran atau keraguan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Sampai saat ini, kata Agus, hampir 8 ribu orang sudah mengunduh aplikasi ini.

Nantinya, dokter yang merespons konsultasi akan mendapatkan reward dan masuk ke penilaian kinerja di remunerasinya. “Jadi kalau dia (dokter) membuat artikel kesehatan dapat reward berapa? kalau konsultasi berapa kali dapat reward berapa?” tutup Agus.