fbpx
Teknologi

Lewat Program Ini, Sekarang Gerobak Keliling Bisa Online

Ilustrasi (Foto: Istimewa)
170views

Bisnis online saat ini kian menjamur. Banyaknya marketplace yang bermunculan membuat setiap orang menjadi mudah untuk mengenalkan sekaligus memasarkan produknya. Tak terkecuali, bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sayangnya, para pelaku UMKM belum sepenuhnya memanfaatkan platform online untuk menjual produk-produk mereka. Padahal, media digital sangat menjanjikan untuk para pelaku UMKM berjualan online.

Menurut McKinsey Institute, nilai transaksi UMKM yang beralih ke platform online mengalami perkembangan dua kali lipat lebih cepat. Sayangnya, dari sekitar 59juta UMKM yang ada di Indonesia, hanya 4,6juta UMKM yang sudah memanfaatkan media online untuk memasarkan produknya.

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Pemerintah pun terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan mensosialisasikan pemasaran berbasis online ini ke ranah pasar tradisional, melalui Gerakan UMKM Go Online. Pencanangan gerakan 100.000 UMKM Go Online secara serentak di 30 kota/kabupaten di Indonesia digagas seiring dengan visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai Digital Energy of Asia.

“Kita lagi jelaskan ke pemilik toko kalau ada yang tertarik produknya dijual secara online. Ini kan mereka punya toko offline-nya. Jadi kalau punya toko online, mereka nggak hanya nunggu pembeli yang di sini, tapi juga bisa pembeli di seluruh Indonesia,” kata Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo dalam program TokTok Kominfo di Pasar Tebet, Jakarta, belum lama ini, dilansir dari kominfo.go.id.

Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo (Foto: Istimewa)

Program UMKM Go Online Kementerian Komunikasi dan Informatika, sambung Semuel, tidak hanya menargetkan toko-toko di pasar tradisional, penjual yang menggunakan gerobak keliling pun ikut dilibatkan dalam program tersebut.

Selain untuk melihat dampak positif dari pertumbuhan ekonomi digital, Gerakan UMKM Go Online ini merambah marketplace sebagai bagian dari gerakan literasi kepada masyarakat. Saat ini, kata Semuel, transformasi digital melalui gadget atau handphone pribadi sangat bermanfaat untuk digunakan.

Baca :   Cina dan Rusia Ciptakan Bulan Buatan untuk Terangi Bumi
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

“Saat ini, kan, masyarakat punya alat (smartphone) yang sangat powerfull, tapi terkadang masih salah menggunakannya. Kita bisa belajar dari smartphone kita karena banyak sekali ilmu pengetahuan yang bisa kita manfaatkan dengan baik. Salah satunya dengan berdagang melalui online,” terang Semuel.

Program UMKM Go Online telah disiapkan dengan sangat matang. Tidak hanya menyiapkan berbagai fasilitas teknologi, program ini, kata Semuel, juga menghadirkan para pandu-pandu atau relawan yang siap mengajarkan pelaku UMKM untuk bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman terkait penjualan online. Pandu digital menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk mengedukasi masyarakat agar siap menjadi cyber society.

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

“Sebenarnya, program UMKM Go Online sudah kita lakukan di tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, kita targetkan ada 500 pasar tradisional yang akan kita kunjungi di seluruh Indonesia, sehingga kita juga nanti membutuhkan pandu digital. Ini adalah satu gerakan untuk memajukan Indonesia,” ujar Semuel.

Program UMKM Go Online bertujuan menciptakan 8 juta pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro agar siap memasuki transformasi digital. Pelaku UMKM dapat meningkatkan penjualannya dengan menjadi merchant di pasar online. Program tersebut juga menargetkan peluang pasar baru bagi pelaku UMKM di Indonesia untuk skala regional maupun global.