fbpx
Teknologi

Gotongroyong.In, Inovasi Platform Berdonasi Tanpa Uang Buatan Mahasiswa UI

Foto: Ristekdikti.go.id
114views

Gotongroyong.in merupakan platform donasi tanpa uang pertama di Indonesia. Platform ini diinisiasi oleh mahasiswa Universitas Indonesia (UI) angkatan 2014. Mereka adalah M. Radhiyan Pasopati Pribadi (FISIP), Mutsla Qanitah (FISIP), dan Luthfi Abdurrahim (Fasilkom).

Berangkat dari keresahan sebagai mahasiswa maupun warganet Indonesia yang memiliki keinginan kontribusi sosial yang tinggi dan ingin berdonasi namun tidak punya uang, tergagaslah ide membuat platform GotongRoyong.in.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh GotongRoyong.in pada bulan September 2018, ada tiga alasan utama yang menghambat masyarakat dalam berdonasi secara online. Pertama adalah kurangnya rasa kepercayaan (40,7%). Kedua tidak adanya uang untuk didonasikan karena hanya cukup untuk kehidupan sendiri (38,5%), dan yang terakhir adalah sulitnya mencapai informasi (17,7%).

Foto: Istimewa

Dari pertimbangan data tersebut, dibuatlah GotongRoyong.in untuk menyediakan platform donasi online yang terpercaya, mudah diakses, dan tidak memerlukan uang. “Teknologi akan mempermudah orang-orang untuk berdonasi. Dengan GotongRoyong.in, orang-orang tidak harus punya uang untuk berdonasi, hanya dengan menonton tayangan iklan selama 10 detik,” kata M. Radhiyan Pasopati, CEO GotongRoyong.in dikutip dari fisi.ui.ac.id.

Lutfi Abdurrahim, selaku CTO platform GotongRoyong.in menjelaskan cara kerja platform bahwa dari setiap iklan yang ditonton, pemilik iklan akan membayar sejumlah uang pada tim Gotongroyong.in. Uang tersebut, katanya, akan
disalurkan untuk kegiatan atau kampanye sosial terkait melalui lembaga penyalur terpercaya.

Untuk membangun kepercayaan tersebut, GotongRoyong.in menggandeng BAZNAS sebagai partner resmi penyalur dana donasi, karena BAZNAS adalah lembaga resmi pemerintah yang dapat dipercaya oleh masyarakat.

Foto: fisip.ui.ac.id

GotongRoyong.in, kata Radhiyan, berangkat dari konsep hacking capitalism atau pemanfaatan kapitalisme. “Kami bukannya benci terhadap kapitalisme, atau mencintai kapitalisme, akan tetapi kami melakukan hacking terhadap kapitalisme, kami menggunakan kapitalisme untuk menyalurkan uang kepada mereka yang membutuhkan,”
terang Radhiyan.

Baca :   Wow, Harga Kamera Hero Buatan GoPro Hanya Rp2 Jutaan

Perlibatan partner perusahaan dan penggunaan iklan merupakan bentuk dari pemanfaatan elemen kapitalisme, sementara sistem donasi dan kerjasama dengan partner penyalur donasi terpercaya menambahkan elemen sosial. Dengan begitu GotongRoyong.in dapat menjadi suatu sistem yang berkelanjutan.

Untuk saat ini, sambung Radhiyan, GotongRoyong.in menyediakan jasa layanan pembuatan iklan dan juga online marketing sebagai model bisnis yang dijalankan. Uang dari pemasangan iklan seluruhnya didonasikan kepada BAZNAS, sementara GotongRoyong.in mendapatkan uang tambahan sebagai bayaran jasa pembuatan iklan.
Dengan begitu, GotongRoyong.in dapat memiliki revenue stream atau penghasilan untuk tetap berjalan dan berkembang.

Foto: Istimewa

Rencananya, laman ini akan membuka kesempatan bagi para penggunanya untuk membuka kampanye mereka
sendiri. Gotongroyong.in juga sangat terbuka untuk bekerjasama dengan institusi-institusi terpercaya sebagai penyalur dana yang sudah dikumpulkan.

Diharapkan dengan adanya laman seperti gotongroyong.in ini, pengumpulan dana donasi menjadi semakin mudah, cepat. Tidak ada lagi batasan untuk berdonasi dan berbuat baik, bahkan mereka yang tidak memiliki uang sekalipun bisa berdonasi.

Sejauh ini, GotongRoyong.in sudah berhasil melakukan 2 kampanye donasi, yaitu 1001 Sabun Gratis untuk Palu-Donggala dan 1001 Susu Gratis untuk Anak Lampung Banten yang terdampak bencana tsunami Selat Sunda. Kampanye tersebut berhasil mencapai target hanya dalam waktu kurang dari 24 jam.