Olahraga

Sudah Digembleng Kopassus, Timnas U-16 Tak Gentar Hadapi Teror di Malaysia

Dengan bantuan Kopassus, Timnas U-16 siap hadapi teror di Malaysia
Para penggawa timnas U-16 menerima medali emas (Foto: Antara)
120views
Waktu baca : 2 menit

Para penggawa Timnas Indonesia U-16 diminta untuk segera melupakan eforia setelah memenangi trofi Piala AFF U-16 2018. Mereka harus segera menyiapkan diri untuk mengikuti turnamen berikutnya: Piala AFC U-16 2018. Turnamen itu digelar di Malaysia pada 20 September—7 Oktober mendatang.

Turnamen itu jelas bukan turnamen yang mudah untuk Bagus Khafi dan teman-temannya. Mereka harus bertarung dengan tim-tim terbaik dari seluruh penjuru Asia. Mereka harus menunjukkan bahwa menjuarai Piala AFF U-16 2018 bukanlah sebuah kebetulan.

Yang juga membuat perjuangan mereka tidak bakalan mudah adalah bahwa turnamen itu digelar di Malaysia. Mereka pasti akan mendapatkan “teror” dari pendukung tuan rumah. Apalagi dalam beberapa hari terakhir ini ada “ketegangan” antara Indonesia dan Malaysia. “Ketegangan” itu terjadi secara beruntun sejak Piala AFF U-19 dan Piala AFF U-16. Dan yang paling “panas” adalah ketelodoran salah satu pemain Timnas Malaysia U-23 yang memasang emoji bendera Indonesia terbalik.

“Teror dalam sepak bola itu biasa. Sepanjang teror dalam batas normal. Kalau suara, itu biasa,” kata Fakhri Husaini, pelatih Timnas Indonesia U-16, seperti dilansir jawapos.com.

Dengan bantuan Kopassus, Timnas U-16 siap hadapi teror di Malaysia
Penyerang andalan Timnas Indonesia U-16, Bagus Khafi, bertarung dengan para pemain bertahan Thailand (Foto: detiksport)

Ia merasa bahwa para pemain Malaysia juga tidak mendapatkan teror yang berlebihan sepanjang Piala AFF U-16 2018 di Sidoarjo. Hanya terdengar beberapa kali teriakan “boo” dari para penonton. Namun, tidak ada tindakan yang lebih dari itu.

“Satu-satunya teror itu ketika star lagu kebangsaan. Mungkin itu ada reaksi sedikit. Tetapi setelah itu, saya tidak melihat ada pemain Malaysia yang merasa terancam. Tidak ada satu batu pun yang masuk ke lapangan,” ungkapnya.

Dengan bantuan Kopassus, Timnas U-16 siap hadapi teror di Malaysia
Para pemain Timnas U-16 menjalani latihan di markas Kopassus (Foto: PSSI)

Jika nanti anak asuhnya diteror pendukung tim tuan rumah, ia tidak khawatir sedikit pun. Ia yakin bahwa anak-anak asuhnya itu sudah siap menghadapi tekanan paling besar. Pasalnya, selama hampir setahun lebih, mereka digembleng di markas Kopassus (Komando Pasukan Khusus)

“Mengenai perlakuan nanti di Malaysia, saya tidak pernah khawatir. Karena, jujur saja, hampir setahun lebih kami belajar di kompleks Kopassus. Tentu kami sudah paham bagaimana cara mengatasi teror. Seberat apa pun teror itu,” katanya.