Musik

Setelah Gamelan, Angklung Masuk Kurikulum Sekolah di Inggris 

angklung dan gamelan masuk kurikulum di Inggris
Angklung (Foto: The Jakarta Post)
43views

Sudah lama dunia terpukau pada warisan kebudayaan Indonesia. Salah satunya yang menjadi sorotan adalah gamelan. Orang-orang Eropa dan Amerika tidak menyangka bahwa Indonesia bisa menciptakan alat musik seperti itu. Musisi besar dunia seperti Claude Achille Debussy dari Prancis, Bella Bartok dari Hungaria, dan Colin McPhee dari Amerika Serikat benar-benar terpesona.

Di Inggris, gamelan dijadikan media terapi. Para narapidana, seperti dilansir bbc.co.uk, belajar bermain gamelan sebagai bagian dari terapi. Hasilnya? Sebanyak 75% napi mengakui bahwa bermain gamelan membantu meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Di Meksiko, gamelan menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi gangguan Skizofrenia. Mereka menggelar lokakarya tentang efek gamelan terhadap penderita Skizofrenia. Pada akhir lokakarya, para penderita gangguan itu memainkan gamelan.

angklung dan gamelan masuk kurikulum di Inggris
Bule main gamelan (Foto: Istimewa)

Di Amerika, gamelan masuk perguruan tinggi terkemuka. Di Universitas California, Berkeley, misalnya, gamelan sudah menjadi salah satu mata kuliah. Demikian juga di beberapa universitas lain seperti di San Jose University. Dan di New Zealand, gamelan sudah menjadi salah satu mata pelajar di New Zealand School of Music.

Selain gamelan, alat musik lain dari Indonesia yang dijadikan mata pelajaran di luar negeri adalah angklung. Dilansir dari CNN Indonesia, alat musik dari Jawa Barat itu mulai diajarkan di sekolah-sekolah di Inggris. Setidaknya, menurut Menteri Kanselir KBRI London, Thomas Siregar, ada dua sekolah yang sudah memasukkan angklung menjadi bahan pelajaran: Havering Music School di London Timur dan Whitefield School di London Utara. Beberapa sekolah di kluster lain belajar dari kedua sekolah itu.

angklung dan gamelan masuk kurikulum di Inggris
Bule belajar main angklung di Bandung (Foto: Istimewa)

London memang baru saja mendapat hadiah seperangkat musik angklung. Prof. E. Aminudin Aziz, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London, menyerahkan alat musik itu ke Havering Music School beberapa waktu lalu. Penyerahan disaksikan anggota Dewan Kota dan wali murid.

Dalam acara penyerahan itu juga dimainkan lagu Somewhere My Love dan Indonesia Sarinade dengan angklung. Orang tua dan para siswa terpukau. Mereka tidak menyangka bahwa kedua lagu itu bisa dimainkan dengan indah dengan angklung.

angklung dan gamelan masuk kurikulum di Inggris
Anak muda Amerika tertarik untuk belajar angklung (Foto: Istimewa)

Setelah penyerahan itu, pihak sekolah setuju bahwa salah satu warisan budaya dari Indonesia yang diakui UNESCO itu resmi masuk sebagai bagian dari kurikulum. Sebelumnya, sekolah yang sama juga sudah memasukkan seni musik gamelan ke dalam kurikulumnya.

KBRI London memang getol mempromosikan angklung. Mereka mendatangkan guru angklung dari Bandung. Aan Handoyo, sang maestro, angklung melatih lebih dari 1.500 siswa, sejumlah guru, dan ratusan warga masyarakat London. Beberapa guru juga dikirim KBRI London ke Bandung untuk belajar angklung.