Ilmu Pengetahuan

Seratus Tahun Lagi, Wajah Bumi Ini Akan Benar-Benar Asing

Wajah Bumi berubah 100 tahun lagi
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
20views

Seratus tahun lagi, wajah Bumi akan benar-benar berubah. Tidak bisa dikenali lagi seperti sekarang. Demikian prediksi para ilmuwan setelah meneliti lebih dari 500 buah catatan iklim kuno.

Dari catatan-catatan kuno itu, para ilmuwan mengambil kesimpulan bahwa perubahan iklim yang terjadi saat ini sebenarnya pernah dialami Bumi pada Zaman Es Terakhir. Pergeseran seismik dalam keanekaragaman hayati yang pernah terjadi dahulu akan terjadi kembali.

Perlu diketahui bahwa pada akhir Zaman Es Terakhir, Bumi memanas antara 4—7 derajat Celcius lebih tinggi. Kenaikan suhu itu membuat lapisan es yang menutupi sebagian besar Amerika Utara, Asia, dan Eropa Utara mencair. Selama 10.000 tahun kemudian, muncul ekosistem yang sama sekali baru dan berkembang menjadi apa yang kita lihat sekarang.

Wajah Bumi berubah 100 tahun lagi
Ilustrasi es mencair (Foto: Istimewa)

Para ilmuwan memprediksi bahwa jika emisi gas rumah kaca berlanjut, Bumi akan menghangat sekitar 4 derajat Celcius pada 2100. Prediksi itu, yang sudah diterbitkan dalam jurnal Science, dibuat setelah mereka meneliti ratusan catatan paleontologis tentang bagaimana ekosistem terestrial menanggapi perubahan iklim sekitar 20.000 tahun lalu. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana Bumi menyesuaikan diri dengan pemanasan serupa yang terjadi 100—150 tahun mendatang.

“Vegetasi darat di seluruh planet berada pada risiko besar perubahan komposisi dan struktural utama dalam ketiadaan emisi (gas rumah kaca) yang sangat berkurang,” tulis para peneliti seperti dilansir Newsweek.

Mereka melihat bahwa sebagian besar perubahan ini dapat terjadi selama abad ke-21, terutama dimana gangguan vegetasi dipercepat atau diperkuat oleh manusia. Banyak ekosistem baru yang muncul. Namun, banyak pula ekosistem yang hilang.

Wajah Bumi berubah 100 tahun lagi
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Menurut Jonathan Overpeck, anggota tim penulis penelitian ini, akan ada efek pantulan besar yang pada akhirnya mengancam keamanan air dan pangan.

“Jika kita membiarkan perubahan iklim tidak terkendali, vegetasi planet ini akan terlihat benar-benar berbeda dari sekarang. Itu berarti ada risiko besar bagi keragaman planet ini. Studi kami mengingatkan kembali bahwa kita perlu bertindak sekarang untuk bergerak cepat menuju ekonomi global bebas emisi,” jelas peneliti dari University of Michigan itu.