Thursday, June 21, 2018
Ilmu Pengetahuan

Sebelum Meninggal, Stephen Hawking Membuat Ramalan yang Menggegerkan

4 ramalan Stephen Hawking yang menggegerkan
Stephen Hawking (Foto: Business Insider)
50views

Teori tentang lubang hitam, big bang, dan asal-usul alam semesta adalah beberapa teorinya yang fenomenal. Itu belum termasuk dengan berbagai nasihatnya yang inspiratif yang selalu disampaikannya, baik ketika sedang memberikan kuliah, maupun ketika hadir sebagai pembicara dan narasumber dalam berbagai seminar. Hal itu menunjukkan bahwa kekuatan pikirannya mengatasi keterbatasan fisiknya.

Teori-teorinya itu menggemparkan dunia. Bahkan mengguncang paradigma yang sudah dipegang kuat selama ini. Misalnya, teori tentang asal-usul alam semesta. Ia mengatakan bahwa alam semesta terjadi dengan sendirinya karena ada hukum seperti gravitasi; alam semesta tidak diciptakan Tuhan.

Teori itu menggemparkan dunia pada abad ke-20 ini karena teori itu memperkarakan sekaligus menantang iman dan keyakinan sekian miliar penduduk bumi. Jika Tuhan tidak menciptakan alam semesta, padahal Tuhan adalah sumber nilai, maka berguguranlah semua nilai. Itu berarti tidak ada lagi yang bisa dipegang dan dijadikan pedoman.

Selain teori itu, masih ada beberapa teori lain yang sebenarnya sangat menggelitik dan mengguncang dunia. Berikut ini beberapa “ramalan”-nya itu:

Bumi bisa mengering

4 ramalan Stephen Hawking yang menggegerkan
(Foto: google)

Dalam tayangan berjudul Stephen Hawking’s Favorite Places pada awal tahun ini, Hawking mengatakan bahwa Bumi bisa menjadi sebuah planet yang sangat buruk. Bisa menjadi seperti Venus.

“Venus tak ubahnya Bumi dalam berbagai hal. Planet ini hampir memiliki ukuran yang sama dengan Bumi, mendapat paparan Matahari sedikit lebih banyak, juga memiliki atmosfer,” katanya.

Ia kemudian menelusuri Venus dengan menyibak awan berbahan dasar asam sulfur. Ia kemudian mengatakan bahwa tekanan di Venus mencapai hingga 90 kali lebih besar dibanding Bumi; tekanan yang cukup untuk menghancurkan kapal selam.

Selain tekanan, suhunya pun sangat panas. Sekitar 462 derajat Celsius. Kedua hal itu terjadi karena efek rumah kaca yang sudah tidak terkendali. Dan apa yang terjadi pada Venus bisa saja terjadi pada Bumi.

Bumi akan menjadi bola api

4 ramalan Stephen Hawking yang menggegerkan
(Foto: Getty Images)

Pada November 2017, ia pernah berbicara mengenai nasib Bumi pada masa yang akan datang. Ia memperkirakan bahwa Bumi, karena ulah manusia, akan berubah menjadi bola api dalam 600 tahun. Itu berarti bahwa pada sekitar tahun 2600, Bumi akan menghadapi bencana besar.

Astrofisikawan ini yakin bahwa membludaknya populasi di dunia yang diikuti oleh kebutuhan besar terhadap energi akan memicu kehancuran tersebut. Oleh karena itu, para peneliti harus mulai mencari Bintang baru dengan planet yang mampu menjadi tempat hunian, dengan kawasan Alpha Centauri menjadi kandidat terbaik untuk mendukung misi penyelamatan ras manusia.

“Untuk itu, para investor yang memiliki dana besar sangat dibutuhkan untuk mendukung proyek tersebut, yang akan memungkinkan manusia berada di sistem bintang lain,” katanya dalam Tencent Web Summit di Beijing, China.

Kecerdasan artifisial akan punahkan manusia

4 ramalan Stephen Hawking yang menggegerkan
Ilustrasi (Foto: google)

Pada akhir tahun lalu, Hawking sudah memberikan peringatan ini: perkembangan kecerdasan buatan semakin pesat dan nyata dan akan melenyapkan manusia. Kecerdasan buatan itu akan menggantikan peran manusia secara seutuhnya.

“Saya takut kecerdasan buatan akan menggantikan manusia secara keseluruhan. Mereka layaknya virus komputer yang dapat mengembangkan kemampuan dan mereplikasi diri,” katanya.

Fenomena itu diyakininya dapat memicu bentuk baru kehidupan yang akan membuat manusia tertinggal. Pernyataan Hawking ini diperkuat dengan laporan dari PricewaterhouseCoopers (PwC) bahwa 4 dari 10 pekerjaan yang ada di dunia sangat riskan tergantikan oleh robot.

Bumi sudah terlalu kecil

4 ramalan Stephen Hawking yang menggegerkan
(Foto: South China Morning Post)

Pada November 2017 lalu, Hawking mengatakan bahwa sudah saatnya ilmuwan melakukan eksplorasi antariksa dengan tujuan melihat kemungkinan terhadap kolonisasi manusia menuju planet layak huni. Dan program eksplorasi itu harus menjadi prioritas utama.

“Saya percaya bahwa kita sudah sampai pada tahap dimana kita tidak bisa kembali lagi. Bumi sudah terlalu kecil bagi seluruh manusia. Populasi global yang terus meningkat menjadi alarm bahwa kita sedang mengarah pada kehancuran kita sendiri,” katanya.