Olahraga

Raih 93 Keping Medali, Indonesia Ciptakan Sejarah Baru

Raih 93 medali Asian Games 2018, Indonesia ciptakan sejarah baru
Jonatan Christie meraih medali emas dari cabang bulutangkis nomor tunggal putra (Foto: Istimewa)
62views
Waktu baca : 3 menit

Asian Games 2018 ini adalah Asian Games tersukses Indonesia. Tidak hanya karena penyelanggaraan yang berlangsung lancar, pembukaan yang megah, dan sarana dan fasilitas yang mumpuni dan berkelas internasional, tetapi juga karena hasil yang diraih kontingen Indonesia melampaui ekspektasi. Dengan mengantongi 90 keping medali, Indonesia sudah melewati perolehan medalinya sendiri ketika menjadi tuan rumah Asian Games 1962.

Pada tahun 1962 silam, Indonesia mengumpulkan 51 keping medali. Rinciannya adalah 11 emas, 12 perak, dan 28 perunggu. Indonesia mengakhiri perjuangannya dalam Asian Games ke-4 itu sebagai runner-up. Di atas Indonesia ada Jepang dengan 152 medali: 73 emas, 56 perak, 23 perunggu. Sementara India berada pada urutan ke-3 dengan 10 emas, 13 perak, dan 10 perunggu.

Raih 93 medali Asian Games 2018, Indonesia ciptakan sejarah baru
Pencak silat adalah cabang olahraga yang paling banyak menyumbangkan medali emas (Foto: Istimewa)

Sejak saat itu, Indonesia gagal memperbaiki catatan prestasinya. Pada Asian Games 1978 di Bangkok, Thailand, Indonesia memperlihatkan perubahan yang berarti dengan meraih 8 emas, 7 perak, dan 18 perunggu. Lebih baik daripada Asian Games 1970, juga di Bangkok, dimana Indonesia hanya meraih 2 emas, 5 perak, dan 13 perunggu.

Baru pada Asian Games 2018 ini, dengan memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah, Indonesia mencatat prestasi terbaiknya dalam sejarah keikutsertaannya. Hingga Jumat (31/8) malam, Indonesia sudah mengumpulkan 30 emas, 23 perak, dan 40 perunggu. Secara keseluruhan, hingga dua hari sebelum acara penutupan, Indonesia mengumpulkan 93 keping medali.

Raih 93 medali Asian Games 2018, Indonesia ciptakan sejarah baru
Indonesia meraih medali perak dari nomor lari estafet putra (Foto: Reuters)

Koleksi medali emas yang jumlahnya hingga mencapai 30 keping itu sebenarnya sudah jauh melampaui target yang dicanangkan pemerintah sebelumnya. Presiden Joko Widodo menetapkan target 16—20 medali emas. Ternyata yang diraih lebih banyak daripada target itu.

“Ini sejarah. Ini terbanyak dalam semua perhelatan olahraga yang diikuti Indonesia,” kata Komjen Syafruddin, Chef de Mission Kontingen Indonesia, Jumat (31), seperti dilansir detikSport.

Koleksi medali kontingen Indonesia di Asian Games 2018
Dua emas dan satu perunggu dari cabang olahraga sepeda gunung (Foto: Dok. PB ISSI)

Prestasi itu bisa diraih, sambungnya, berkat dua faktor penting yang selalu ia sampaikan kepada para pelatih dan atlet. Yang pertama adalah soliditas antara pelatih dan atlet. Tidak boleh ada jarak di antara pelatih dan atlet.

“Semili pun tidak boleh ada jarak antara pelatih dan atlet. Pelatih menerima atlet, atlet menerimna pelatihnya. Itu kemenangan 75% bisa ada di tangan,” katanya.

Perolehan medal emas Indonesia dalam Asian Games 2018
Lindswell Kwok meraih medali emas dari cabang wushu (Foto: detikcom)

Faktor kedua adalah perhatian semua pihak. Pemerintah mendorong dan memotivasi para atlet untuk meraih medali. TNI dan Polri pun mengirimkan dokter dan psikiater sebagai kontingen. Dan hal itu memberikan pengaruh yang signifikan kepada para atlet.

Dengan 30 emas, 23 perak, dan 40 perunggu, Indonesia kokoh berada pada urutan ke-4 dalam klasemen perolehan medali. Perolehan emas Indonesia tidak bisa disusul tim Iran yang berada pada urutan ke-5 dengan 19 emas, 19 perak, dan 20 perunggu. Sementara itu, China masih memimpin klasemen dengan 112 emas, 77 perak, dan 55 perunggu. Jepang menyusul dengan 60 emas, 49 perak, dan 66 perunggu. Korea Selatan berada pada urutan ke-3 dengan 40 emas, 47 perak, dan 57 perunggu.