Berita

Penyebar Hoax Telur Palsu Bisa Dibui 6 Tahun!

Penyebar hoax telur ayam palsu bisa dipenjara 6 tahun
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Setyo Wasisto (Foto: tribunnews.com)
81views

Berita terkini Jelujur.com – Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta sudah menegaskan bahwa kabar tentang telah beredarnya telur palsu buatan Tiongkok di Indonesia adalah hoax. Kabar itu benar-benar tidak berdasar dan beralasan. Setelah melakukan uji laboratorium akhirnya diketahui bahwa telur yang diduga palsu adalah benar-benar telur ayam.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Setyo Wasisto, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (16/3) lalu. Ia menegaskan bahwa tidak ada telur palsu yang beredar di pasar-pasar di Indonesia. Dalam konferensi pers itu, ia didampingi pihak dari Direktorat Jenderal Peternakan, yaitu Direktur Kesehatan Masyarakat, Syamsul Ma’arif, dan Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak, Sugiyono.

Lelaki yang juga menjabat sebagai Kasatgas Pangan Polri ini menjelaskan bahwa telur tidak bisa dipalsukan karena telur adalah produk biologis.

“Untuk buat cangkangnya saja, nilai ekonomisnya mungkin sudah lebih mahal. Apalagi buat dalamnya, ya. Mungkin putihnya, kuning telur. Jadi, sangat tidak mungkin. Dan, terus terang, (kabar) ini sangat meresahkan peternak,” katanya.

Penyebar hoax telur ayam palsu bisa dipenjara 6 tahun
Tidak ada telur palsu (Foto: okezone)

Masyarakat diimbau untuk lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan berita yang dapat meresahkan masyarakat.

“Artinya, kalau ragu-ragu, jangan meng-upload atau mengunggah ke medsos. Ingat, ada UU ITE. Siapa yang mengunggah berita palsu, dia diancam hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar,” katanya.