fbpx
Olahraga

Momota Kalah karena Merasa “Sendirian” di Istora

Kento Momota dikalahkan Anders Antonsen dalam Indonesia Master 2019
Kento Momota (Foto: Kompas.com)
108views

Partai puncak Indonesia Master 2019 dari nomor tunggal putra mempertemukan Kento Momota, tunggal putera Jepang, dengan Anders Antonsen, wakil Denmark. Partai itu digadang-gadang akan menjadi partai milik Momota. Namun, kenyataan berkata lain.

Antonsen mengawali pertandingan dengan sangat meyakinkan. Kombinasi lob, dropshot, dan smash-nya membuat tunggal putera nomor 1 dunia itu kehilangan banyak angka. Ia menutup game pertama dengan 21-16.

Kento Momota dikalahkan Anders Antonsen dalam Indonesia Master 2019
Anders Antonsen meluapkan kebahagiaannya (Foto: nst.com)

Pada game kedua, Momota tampil lebih baik. Beberapa kali dia membuat Antonsen tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Momota merebut game kedua dengan skor 21-14.

Dukungan yang besar dari para penonton membuat Antonsen bisa mengendalikan game ketiga. Setiap poin yang diraihnya mendapat sambutan meriah dari penonton. Ia akhirnya menutup partai itu dengan skor 21-16.

Kento Momota dikalahkan Anders Antonsen dalam Indonesia Master 2019
Kento tak menyangka mendapatkan perlawanan ketat dari Antonsen (Foto: Istimewa)

Pada akhir pertandingan, Momota mengungkap kanalasan mengapa dia tidak bisa mempertahankan gelarnya.

Baca :   Patrice Evra: Demi Piala Dunia 2022, Pergilah ke Juventus, Ronaldo!

“Saya merasakan sekali tak adanya dukungan tersebut. Saya seperti bermain menghadapi pemain Indonesia. Saat itu, saya sudah kehabisan tenaga karena game kedua yang melelahkan,” ungkapnya.

Kento Momota dikalahkan Anders Antonsen dalam Indonesia Master 2019
Antonsen tampil meyaäinkan untuk mengalahkan Momota (Foto: Istimewa)

Apa yang dirasakan Antonsen justru sebaliknya. Ia bahagia karena mendapatkan dukungan yang besar dari penonton. Dukungan yang membuatnya meraih juara untuk pertama kalinya di Istora Senayan.

“Saya senang sekali bisa juara di sini.  Dukungan penonton ini sangat saya rasakan seperti ketika mereka mendukung (Jonathan) Christie saat menghadapi saya di semifinal,” katanya.