fbpx
Olahraga

Mantan Jurnalis Olah Raga Itu Kini Jadi Tersangka

Foto: Istimewa
70views

Usai menyeret beberapa nama penting di tubuh PSSI, Satgas Antimafia Bola yang dibentuk oleh Mabes Polri menjadikan Plt ketua Umum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka. Pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur, itu ditetapkan sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus pengaturan skor dalam persepakbolaan Indonesia.

Kepastian ditetapkannya Joko Driyono sebagai tersangka disampaikan secara langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Jumat (15/2/2019). Lantas, seperti apa perjalanan karier Joko Driyono?

Foto: Istimewa

Mengutip tirto.id, Joko Driyono ternyata bukan orang sembarangan di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Ia punya rekam jejak panjang di kancah sepakbola nasional, nyaris tiga dekade lamanya. Pria yang akrab disapa Jokdri ini merupakan salah satu orang yang paling lama bertahan di kepengurusan PSSI

Setidaknya, sudah 28 tahun ia bercokol di sana, tepatnya sejak 1991. Mundurnya Edy Rahmayadi membuka jalan bagi Jokdri untuk menempati posisi tertinggi di PSSI. Ia kemudian menggantikan Edy sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum.

Foto: Istimewa

Sebenarnya, Jokdri adalah mantan pesepakbola. Ia bahkan pernah tampil di kompetisi usia muda Piala Soeratin saat masih memperkuat klub amatir di tanah kelahirannya, Ngawi.

Jokdri juga pernah tercatat sebagai pemain Putra Gelora, klub internal Persebaya yang didirikan H.M. Mislan. Haji Mislan adalah ayah Vigit Waluyo, yang saat ini sedang menjadi sorotan karena diduga terlibat kasus pengaturan skor.

Foto: Istimewa

Jokdri bahkan nyaris benar-benar menjadi pesepakbola profesional di klub Arseto Solo. Namun, saat itu ia justru memilih fokus kuliah di Institut Teknologi Surabaya (ITS).

Kendati begitu, kecintaannya terhadap sepakbola tak lantas pudar. Jokdri kemudian sempat menjalani profesi sebagai jurnalis olahraga. Bersinggungan dengan orang-orang sepakbola selama menjadi wartawan membuat Jokdri punya jaringan yang luas. Tentu saja, itu menguntungkan buat dia.

Foto: Istimewa

Jokdri pun berhasil kembali ke sepakbola meskipun tak lagi berlaga di lapangan rumput. Ia dipercaya mengelola Pelita Jaya FC sebagai manajer. Klub yang nantinya kerap bergonta-ganti nama ini didirikan pada 1986 oleh pengusaha Nirwan Dermawan Bakrie.

Baca :   Air Mata Butet pada Laga Terakhirnya

Menjadi manajer klub mapan macam Pelita Jaya FC tentunya menjadi pengalaman berharga bagi Joko Driyono yang saat itu termasuk orang baru dalam sepakbola tanah air. Akhirnya, tak lama setelah pergantian dekade, Jokdri mulai bersinggungan dengan PSSI.

Foto: Istimewa

Setelah Edy Rahmayadi mundur pada Kongres PSSI 2019, Jokdri naik menjadi pelaksana tugas. Namun, baru satu bulan bekerja, ia sudah dicekal Satgas Antimafia Bola. PSSI kemudian merilis pernyataan resmi yang menyatakan bahwa Jokdri tidak menjadi tersangka lantaran pengaturan skor, tetapi penghilangan barang bukti.

Dugaan yang disangkakan ialah tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang garis polisi oleh penguasaan umum.

Foto: Istimewa

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Jokdri sempat memenuhi panggilan Satgas Antimafia Bola ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan sebagai saksi untuk memberikan keterangan kasus dugaan pengaturan skor pada Kamis (24/1/2019).

Lalu, pada Kamis (14/2/2019) pukul 22.00 WIB, Satgas Antimafia Bola berhasil menyita sejumlah bukti dari apartemen Joko Driyono yang terletak di Taman Rasuna, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Foto: Istimewa

Sejumlah barang yang disita itu diantaranya sebuah laptop merek Apple warna silver beserta charger, sebuah iPad merek Apple warna silver beserta charger, dan dokumen-dokumen terkait pertandingan.

Kini, Jokdri menjadi tersangka ke-12 yang ditetapkan polisi. Sebelumnya 11 orang tersangka berasal dari wasit hingga anggota Komisi Disiplin PSSI. Mantan jurnalis olahraga itu kini juga dicekal untuk pergi ke luar negeri.