fbpx
Gaya Hidup

Menurut Sains, Ada 3 Kelompok Peminum Kopi

Tiga kelompok peminum kopi
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
105views
Waktu baca : 2 menit

Berita terkini Jelujur.com – Kopi, sama seperti teh, adalah salah satu minuman favorit hampir semua warga dunia. Diminum oleh siapa saja, mulai dari anak kecil hingga lansia. Diminum di mana pun dan kapan pun.

Sains mengelompokkan para peminum kopi ini ke dalam 3 kelompok besar. Menurut Institute for Scientific Information on Coffee, pengelompokan ini didasarkan pada kepekaan tubuh terhadap kafein. Tepatnya bagaimana metabolisme tubuh terhadap kafein dan pengaruh kafein pada masing-masing orang.

Dari rangkaian penelitian itu, para peneliti menemukan dua faktor genetik utama yang mempengaruhi bagaimana seseorang bereaksi terhadap kafein. Dua faktor utama itu adalah kecepatan liver memproses senyawa kafein dan bagaimana sistem saraf pusat bereaksi terhadap efek stimulasinya.  Berdasarkan dua faktor itu, mereka lalu membagi peminum kopi ke dalam 3 kelompok berbeda.

Sangat sensitif terhadap kafein

Tiga kelompok peminum kopi
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Kelompok pertama adalah orang-orang yang sangat sensitif terhadap kopi. Metabolisme liver mereka lebih lambat. Sekalipun minum kopi dalam jumlah yang sedikit saja, efek stimulasi yang mereka alami besar. Jika minum kopi dalam dosis yang lebih tinggi daripada biasanya, mereka akan mengalami kesulitan tidur.

Sensitivitas sedang/biasa

Tiga kelompok peminum kopi
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Kelompok ini punya keseimbangan antara inaktivitasi kafein di liver dan sistem saraf pusat. Sekalipun mereka minum kopi 2—5 cangkir sehari, siklus tidur mereka tidak akan terganggu.

Sensitivitas rendah

Tiga kelompok peminum kopi
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Kelompok ini punya metabolisme kafein di liver yang cepat. Meskipun mereka minum banyak kopi, kafein tidak akan berpengaruh pada tubuh maupun siklus tidur mereka. Minum kopi sebelum tidur pun tidak akan membuat mereka tidak bisa tidur.

“Sangat umum bagi orang-orang mengajukan pertanyaan kepada dokter mengapa mereka tetap terjaga meskipun hanya minum secangkir kopi. Sementara pasangannya dengan mudah tertidur setelah minum 5 cangkir. Jawabannya adalah kita semua merupakan peminum kopi yang unik. Program genetik kita mengendalikan reaksi kita terhadap kafein, sama seperti memprogram warna rambut dan mata kita,” ungkap JW Langer, dosen farmakologi di Fakultas Kedokteran Universitas Copenhagen sekaligus penulis utama penelitian ini, seperti dilansir Newsweek

Sensitivitas masing-masing orang memang berbeda-beda terhadap kafein. Namun, harus selalu diingat bahwa semua orang tidak boleh mengonsumsi kafein melebihi batas harian yang direkomendasikan. Batas atas yang aman untuk kebanyakan orang dewasa yang sehat adalah 400 mg kafein per hari. Jumlah itu,setara dengan sekitar 4—5 cangkir kopi.