Olahraga

Menjelang Prancis vs Belgia: Siapa Pun Sangat Tidak Nyaman Menjadi Thierry Henry

Dilema Thierry Henry Dalam Piala Dunia 2018
Thierry Henry dan Romelu Lukaku (Foto: Sergio Perez/REUTERS)
100views

Prancis sudah dipastikan menghadapi Belgia pada babak semifinal. Pertandingan untuk memperebutkan satu tiket ke babak puncak itu akan digelar Rabu (11/7) pukul 01.00 WIB. Pada babak yang sama, pada keesokan harinya, Kamis (12/7) pukul 01.00 WIB, Kroasia akan menghadapi Inggris.

Dari dua partai besar ini, partai Prancis melawan Belgia sangat menarik untuk diperhatikan. Mengapa? Karena ada sosok penting dalam sejarah sepak bola kedua tim. Sosok itu adalah Thierry Henry.

Dalam sejarah sepak bola Prancis, Henry adalah sosok yang penting. Dia seorang legenda. Mantan penyerang Arsenal itu tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa. Sejak melakukan debut pada tahun 1997 hingga pensiun dari timnas pada 2010 lalu, ia tampil sebanyak 123 kali dan mencetak 51 gol. Pada Piala Dunia 1998, yang dimenangi Prancis, ia mencetak 3 gol.

Dilema Thierry Henry
Thierry Henry dan Prancis memenangi Piala Dunia 1998 (Foto: Istimewa)

Dalam sejarah sepak bola Belgia, Henry juga adalah sosok penting. Jauhnya langkah Belgia dalam turnamen akbar sejagat ini tidak lepas dari perannya. Sudah dua tahun ini ia menjadi asisten pelatih timnas Belgia, Roberto Martinez.

“Thierry Henry sangat penting buat kami. Dia menceritakan pada kami kisah saat dia masih bermain dan itu menginspirasi kami. Jika dia menceritakan sesuatu, itu selalu membantu kami. Keberadaannya, pengalamannya di Piala Dunia, semuanya memberi pengaruh yang positif,” kata Toby Alderweireld, salah satu bek timnas Belgia.

Aksi Henry dengan timnas Prancis (Foto; Istimewa)

Bukan tanpa alasan Martinez memilih mantan pemain Monaco, Juventus, dan Barcelona itu untuk menjadi asistennya. Gairah, semangat, dan pengalaman Henry adalah modal penting untuk membangun skuadnya. Pasalnya, Belgia punya skuad yang mumpuni, tapi tidak punya pengalaman level dunia.

“Dia membawa elemen penting untuk tim ini: pengalaman bermain,” kata Martinez beberapa hari lalu seperti dilansir Reuters.

Efek Henry benar-benar terasa. Lihatlah bagaimana Kevin de Bruyne dan teman-temannya bisa melaju sejauh ini. Tidak banyak orang yang menyangka bahwa mereka bisa membungkam salah satu calon kuat untuk menjuarai ajang ini: Brasil. Tidak ada yang menyangka bahwa mereka bisa melangkah hingga ke babak semifinal.

“Dia ingin kami berada di permainan terbaik kami. Dia selalu mencoba membantu kami memenangi pertandingan,” kata Kevin de Bruyne setelah Belgia membungkam Brasil pada babak perempat final.

Dilema Thierry Henry Dalam Piala Dunia 2018
Henry sedang memberikan instruksi kepada Lukaku dan teman-temannya (Foto: Istimewa)

Belgia beruntung memiliki Henry. Mertinez jelas akan benar-benar memanfaatkan kemampuan Henry. Mantan pelatih Everton itu jelas akan meminta anak asuhnya berguru pada lelaki kelahiran 17 Agustus 1977 itu. Belajar tentang rasa lapar yang besar dan berjuang tanpa rasa takut.

Lalu bagaimana dengan Prancis? Jelas Didier Deschamps tahu bahwa peran Henry tidak bisa dianggap sepeleh. Brasil sudah merasakan bagaimana daya ledak Belgia. Jika bukan karena dorongan semangat, bukan tidak mungkin Belgia luluh lantak di tangan skuad Tite. Jadi, tidak menganggap dengan sangat serius timnas Belgia berarti bunuh diri.

Dilema Thierry Henry Dalam Piala Dunia 2018
Eden Hazard meluapkan kegembiraan usai memastikan satu tiket untuk Belgia pada babak semifinal (Foto: Istimewa)

Jelas Deschamps sadar bahwa dorongan dan masukan Henry tidak bisa dipandang sebelah mata. Sudah ada buktinya. Jepang sudah merasakan bagaimana gairah Hazard dan teman-temannya itu memusnahkan harapan mereka untuk melangkah ke babak perempatfinal. Jadi, melupakan sepak terjang Henry dan bagaimana dia merasuki semangat skuad Martinez dengan rasa lapar yang besar akan kemenangan berarti dengan sadar melepaskan tatapan dari trofi bergengsi sejagat itu.

Sekarang ini, bola panas bergulir dengan cepat. Yang memegangnya bukanlah Deschamps, juga bukan Martinez. Bola itu ada di tangan Henry. Dan ini bukan perkara yang enteng.

Mendorong Hazard dan teman-temannya untuk berjuang dengan rasa lapar yang besar sama dengan mendorong Prancis ke pinggir lapangan. Dan itu berat. Ia jelas tidak rela Prancis gagal merengkuh trofi paling bergengsi dalam sepak bola itu. Sama seperti orang Prancis lainnya, ia ingin Mbappe dan teman-temannya membawa pulang trofi itu sejak terakhir mereka menangi pada tahun 1998 lalu.

Dilema Thierry Henry Dalam Piala Dunia 2018
Thierry Henry memberikan semangat kepada Hazard dan teman-temannya selama latihan (Foto: ABS-CBN Sports)

Pada sisi lain, tidak menyuntik Fellaini dan teman-temannya dengan semangat untuk mencatatkan nama Belgia dalam daftar peraih trofi piala dunia jelas melawan etikanya sebagai seorang asisten pelatih. Tidak melakukan apa-apa dalam ajang sebesar dan semewah ini adalah sebuah kecacatan moral. Apalagi hal ini berhubungan dengan publik Belgia. Mereka menaruh kepercayaan besar pada pundaknya untuk memikul beban bersama-sama dengan Martinez menuju takhta tertinggi.

Kalau begitu, Henry harus melakukan apa? Sebuah pertanyaan yang jelas sama sekali tidak ringan untuk ayah dari Tea. Hanya Henry dan Tuhan yang tahu apa yang harus ia lakukan.