Berita

Mengharukan! Setiap Hari, Ibu Ini Mengantar Makanan untuk Anaknya

Mengharukan! Setiap Hari, Ibu Ini Mengantar Makanan untuk Anaknya
Ilustrasi: (Foto: google)
114views

Berita terkini Jelujur.com – Kamu pasti pernah mendengar adagium ini: “Kasih anak sepanjang galah, kasih ibu sepanjang jalan.” Apa artinya? Artinya sangat sederhana: kasih seorang anak berbatas; kasih seorang ibu tak kenal batas. Kasih seorang anak berujung; kasih seorang ibu tak punya ujung.

Adagium ini berlebihan? Tidak! Sekalipun cinta kasih seorang anak kepada orang tuanya dalam dan tidak berkesudahan, hal itu tidak langsung menunjukkan bahwa adagium di atas salah atau gugur. Adagium di atas tetap “benar” dan kuat karena memang cinta seorang ibu sepanjang jalan hidup anaknya.

Adagium di atas tidak jatuh dari langit pada siang bolong. Diciptakan para bijak bestari di atas khayangan. Adagium ini justru lahir di bumi; lahir dari kenyataan sehari-hari; lahir dari pengalaman.

Mengharukan! Setiap Hari, Ibu Ini Mengantar Makanan untuk Anaknya
Ibu ini tidak lela sekalipun tidak disambut dengan hangat oleh anaknya (Foto: worldofbuzz.com)

Salah satu pengalaman itu dicatat, sekalipun tidak rinci, oleh laman worldofbuzz.com beberapa hari lalu. Seorang ibu berusia sekitar 70 tahun, yang tidak mau disebutkan namanya, mengunjungi anaknya di Bedok Reservoir Road HDB, Singapura. Ia tidak datang dengan tangan kosong. Ia datang dengan makanan di tangannya.

Jarak antara tempat tinggalnya dengan tempat tinggal anaknya tidaklah dekat. Cukup jauh. Untuk bisa sampai di tempat tinggal anaknya, ibu itu harus naik-turun kendaraan umum. Perjalanannya bisa memakan waktu hingga 1 jam.

Ibu itu, cerita seorang sumber bernama Zao Bao, datang setiap hari sekitar pukul 4 sore. Setelah tiba di apartemen anaknya, ia naik ke lantai 7 dan menunggu di depan pintu. Mengetuk pintu berkali-kali sambil memanggil nama anaknya. Sekitar pukul 6 sore baru ia kembali.

Mengharukan! Setiap Hari, Ibu Ini Mengantar Makanan untuk Anaknya
Selama 3 tahun terakhir ini, ia selalu membawa makanan untuk anaknya (Foto: worldofbuzz.com)

Mengapa ia datang setiap hari sambil membawa makanan? Karena ia sangat mencintai putrinya yang berusia sekitar 40 tahun itu. Ia khawatir bahwa putrinya itu kelaparan karena tidak ada yang memberikannya makanan sejak suaminya meninggal dunia.

“Sejak suaminya meninggal, dia tidak mau lagi meninggalkan rumah sendirian. Jika aku tidak datang, bagaimana dia mau keluar untuk mencari makan? Aku begitu menyayanginya,” katanya kepada Zao Bao.

Seorang tetangga anaknya bercerita bahwa anaknya berubah menjadi pendiam sejak suaminya meninggal dunia. Emosinya berubah drastis. Dia tidak mau keluar dari apartemennya. Dia lebih suka menyendiri.

Mengharukan! Setiap Hari, Ibu Ini Mengantar Makanan untuk Anaknya
Kasihnya mengatasi ruang dan wake (Foto: worldofbuzz.com)

Keadaan anaknya itulah yang membuatnya selalu datang sekitar pukul 4 sore dan baru pulang sekitar pukul 6 sore. Setiap hari seperti itu selama 3 tahun terakhir ini. Meskipun cukup lama menunggu dan tidak pernah disambut dengan cinta yang sama hangatnya dengan cintanya, ia tidak pernah mengeluh. Tidak pernah kecewa.

Dalam beberapa hari terakhir ini, kisah ibu ini menjadi viral. Banyak warganet yang tersentuh. Mereka bangga dan simpati kepadanya. Dari ibu ini mereka belajar bahwa cinta sejati adalah selalu datang dengan hangat sekalipun berulang kali ditolak.

Cinta dan kasih sayang seorang ibu menerabas batas ruang dan waktu.