Olahraga

Mengapa Para Atlet Selalu Menggigit Medali Emas?

Ini alasan mengapa para atlet menggigit medali emas
Jonatan Christie meraih medali emas dari cabang olahraga bulutangkis sektor tunggal putra (Foto: Liputan6.com)
45views

Kamu pasti tidak asing dengan “ritual” para atlet yang memenangi sebuah pertandingan dengan medali emas sebagai hadiahnya. Mereka pasti menggigit medali emas yang sudah mereka menangi itu. Menggigitnya sambil menatap kamera fotografer.

Pemandangan menarik seperti itu terjadi setiap hari selama Asian Games 2018 ini berlangsung. Para atlet, baik atlet Indonesia maupun atlet negara lain, melakukan itu. Mengapa mereka melakukan itu?

“Ritual” menggigit emas itu, menurut David Wallechinsky, President International Society of Olympic Historians, adalah tuntutan para fotografer. Juga karena permintaan galeri foto olimpiade. Dan biasanya yang melakukan adalah para atlet renang.

Ini alasan mengapa para atlet menggigit medali emas
Dari cabang angkat besi, Eko Yuli Irawan menyumbang medali emas (Foto: Istimewa)

“Ini menjadi obsesi para fotografer,” kata salah satu penulis buku The Complete Book of the Olympics itu.

Apa yang dikatakan Wallechinsky itu dikuatkan dengan pengakuan Natalie Coughlin, atlet renang, dan Dawn Harper-Nelson, atlet lari. Pada Olimpiade 2016 lalu di Rio de Janeiro, Brasil, kedua atlet dari Amerika Serikat itu diserbu segerombolan fotografer. Mereka diminta menggigit medali yang baru saja mereka dapatkan.

“Mereka berteriak, ‘Lihat saya!’ Semua orang menuntuk Anda untuk ‘Senyum!’ dan ‘Gigit medali Anda!’,” kenang Harper-Nelson.

Ini alasan mengapa para atlet menggigit medali emas
Emas juga datang dari tim paralayang (Foto: Antara)

Penjelasan itu memang sedikit membantu, tetapi belum benar-benar mengungkapkan alasan mengapa para atlet menggigit medali. Bukankah menggenggam dan menunjukkannya di depan kamera sudah lebih dari cukup? Mengapa harus digigit?

Ternyata “ritual” para atlet itu punya dasar historis. Pada abad ke-19, terjadi perburuan emas secara besar-besaran di Australia, Selandia Baru, Brasil, Kanada, Afrika Selatan, hingga Amerika Serikat. Berbagai logam mulia dan batu mineral yang sangat langka pun diburu.

Ini alasan mengapa para atlet menggigit medali emas
Lindswell Kwok ikut menyumbang emas dari nomor wushu (Foto: Istimewa)

Saat itu, belum ada alat yang bisa digunakan untuk menguji apakah batu yang mereka temukan adalah emas murni atau pirit. Pirit adalah mineral berwarna kekuningan dengan kilap logam yang cerah. Untuk menguji apakah batu itu adalah emas dan bukan pirit, para penambang menggigitnya.

Mengapa mereka menggigitnya? Harus diketahui bahwa gigi manusia lebih keras daripada emas murni, tapi lebih lunak daripada pirit. Jika yang digigit adalah emas asli atau murni, maka pada emas itu terdapat bekas gigitan. Jika tidak ada bekas gigitan, bahkan mungkin gigi patah, maka yang digigit adalah pirit.

Dua medali dari cabang dayung (Foto: Kemenpora)

Cara tradisional itu, menurut David W. Lange dari Numismatic Guaranty Corporation, kemudian ditiru oleh para atlet yang meraih medali emas. Mereka menggigit koin emas itu untuk menguji keaslian emas. Dan hal itu lalu menjadi kebiasaan atlet hingga saat ini.