Berita

Mengapa Lombok Diguncang Gempa Hingga Ratusan Kali?

Alasan mengapa gempa susulan di Lombok terjadi ratusan kali
Kerusakan karena gempa bumi di Lombok (Foto: Antara)
55views

Minggu (29/7) lalu, Lombok, Nusa Tenggara Barat, diguncang gempa berkekuatan 6,4 SR. Gempa itu menyebabkan lebih dari 1.000 rumah rusak berat. Empat belas orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara ratusan orang lain menderita luka-luka, baik luka ringan, maupun luka berat.

Belum juga terobati trauma karena peristiwa itu, Lombok kembali dihantam gempa bumi. Kali ini, kekuatannya lebih besar. Kerusakan yang ditimbulkannya sangat besar. Dan jumlah korban yang meninggal dunia pun lebih banyak.

Gempa dengan kekuatan 7.0 SR itu terjadi pada Minggu (5/8) sore. Pusat gempa terletak di 27 km timur laut Lombok Utara pada koordinat 8,37 Lintang Selatan dan 116,48 Bujur Timur dengan kedalaman 15 km. Dilihat dari titik koordinat itu, menurut analisis BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) pusat gempa terletak di darat. Tepatnya di lereng utara timur laut Gunung Rinjani.

 Lombok terjadi ratusan kali
(Foto: detikcom)

Hingga Senin (6/8) siang, menurut data BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), jumlah korban yang meninggal akibat gempa itu bertambah menjadi 91 orang, 209 orang menderita luka-luka, dan ribuan rumah warga rusak berat. Dari jumlah itu, korban meninggal dunia terbanyak ada di Lombok Utara, yakni 72 orang, 4 orang di Mataram, 9 orang di Lombok Barat, 2 orang di Lombok Tengah, dan 2 orang di Lombok Timur. Dua orang lainnya di Bali.

Ratusan Gempa Susulan
Setelah gempa berkekuatan 7,0 SR itu, terjadi gempa susulan yang jumlahnya tidak sedikit. Tidak sekali dua kali, tetapi hingga lebih dari seratus kali. BMKG merilis data bahwa hingga Senin (6/8) pagi, telah terjadi 132 gempa susulan.

Setelah main shock dengan kekuatan 7,0 SR itu, pada Minggu (5/8) pukul 20.00 WIB terjadi 18 gempa susulan. Sejam kemudian, terjadi 14 gempa susulan. Sejam berikutnya, 15 gempa susulan terjadi. Dan pada pukul 23.00 WIB, terjadi 17 gempa susulan.

 Lombok terjadi ratusan kali
Korban gempa bumi (Foto: Antara)

Pada Senin (6/8) pukul 00.00 WIB, gempa terjadi sebanyak 8 kali. Sejam kemudian, terjadi 20 kali gempa susulan. Frekuensinya menurun menjadi 8 kali pada pukul 02.00 WIB, 5 kali pada pukul 03.00 WIB, 11 kali pada pukul 04.00 WIB, 5 kali pada pukul 05.00 WIB, 3 kali pada pukul 06.00 WIB, 3 kali pada pukul 07.00 WIB, dan 5 kali pada pukul 08.00 WIB.

“Hingga tanggal 6 Agustus pukul 08.00 WIB, telah terjadi 132 gempa susulan dari gempa bermagnitudo 7.0 SR, dimana 13 gempa susulan itu dirasakan,” demikian keterangan dari BMKG.

Flores Back Arc Thrust

 Lombok terjadi ratusan kali
(Foto: detikcom)

Mengapa bisa terjadi ratusan kali gempa susulan? Menurut Kasbani, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, banyaknya kelompok sesar di busur Flores, di sekitar kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat, menyebabkan gempa Lombok tidak langsung berhenti.

“Gempa-gempa ini berada dalam zona yang sama, zona Flores Back Arc Thrust. Kalau daerah ini terjadi gempa, tidak langsung berhenti karena banyak sesar di sana,” katanya di kantornya, Bandung, Senin (6/8) lalu seperti dilansir tempo.co.

 Lombok terjadi ratusan kali
(Foto: Antara)

Zona subduksi atau thrust memanjang di utara Pulau Lombok hingga Flores. Panjangnya jauh lebih pendek dari zona subduksi di bagian selatan jajaran pulau-pulau itu, yakni zona subduksi akibat pertemuan lempeng benua yang memanjang dari Aceh, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, sampai Pulau Timor.

“Zona ini adalah busur vulkanik di sepanjang pulau-pulau itu. Ada hujaman,” sambungnya.

Kepala Sub-Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Timur PVMBG, M. Arifin Joko Pradipto, mengatakan bahwa zona subduksi Flores Back Arc merupakan kelompok sesar naik yang memanjang di utara Pulau Lombok, Sumbawa, sampai Flores. “Arahnya naik dari selatan ke utara,” katanya.

 Lombok terjadi ratusan kali
(Foto: Reuters)

Tiga pulau itu hampir seluruhnya masuk kategori rawan gempa bumi menengah dalam Peta Kerawanan Bencana Gempa Bumi karena lokasi ketiga pulau itu relatif dekat dengan zona subduksi busur Flores.

“Rawan gempa menengah itu kekuatan goncangannya maksimum bisa VII-VIII MMI,” katanya.