Kecantikan & Kesehatan

Mau Sehat? Jangan Percaya Anggapan “Belum lima menit”!

Anggapan baru lima menit salah
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
42views
Waktu baca : 3 menit

“Belum lima menit!” Kalimat itu meluncur dari bintang iklan sebuah produk pembersih lantai yang tayang di sebuah stasiun televisi swasta pada tahun 1992 silam. Hampir saban hari, pemirsa televisi mendengar kalimat itu.

Hingga saat ini, kalimat itu pun masih sering diucapkan orang. Kalau sepotong kue jatuh ke atas lantai atau meja atau permukaan keras, kue itu langsung diambil dan dimakan. Asumsinya adalah bakteri atau virus tidak akan mengkontaminasi kue itu dalam tempo kurang dari 5 menit.

Anggapan baru lima menit salah
Ilustrasi (Foto: dkn.tv)

Benarkah makanan yang jatuh ke atas lantai atau permukaan keras lainnya masih boleh dimakan karena belum “disentuh” bakteri dalam waktu 1 atau 2 menit? Sebuah penelitian yang dilakukan di Rutgers University New Jersey, Amerika Serikat, justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Makanan yang sudah jatuh ke atas lantai sudah tak aman dikonsumsi. Entah itu baru 1 menit, entah itu baru 1 detik, makanan itu tetap tidak boleh dimakan. Hasil penelitian itu sudah dipublikasikan dalam jurnal American Society for Microbiology, Applied and Environmental Microbiology.

Menurut Donald Schaffner, profesor dan ahli ilmu makanan, kelembapan dan apa pun jenis permukaan tempat jatuhnya makanan berpengaruh dalam kontaminasi makanan ketika jatuh. Dalam beberapa kasus, perpindahan kuman dari lantai ke makanan yang jatuh terjadi kurang dari 1 detik.

“Selama ini banyak yang menganggap perpindahan kuman ke makanan butuh waktu, sehingga memungutnya dengan cepat dianggap aman,” kata Schaffner seperti dikutip dari tempo.co.

Anggapan baru lima menit salah
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Dalam penelitian itu, para ilmuwan menguji 4 permukaan yang biasa menjadi tempat mendarat makanan: lantai yang terbuat dari bahan stainless steel, keramik, kayu, dan karpet. Empat jenis makanan yang dijatuhkan adalah semangka, roti, roti dengan mentega, dan permen. Sementara waktu jatuh yang diuji dibagi menjadi 4, yakni kurang dari 1, 5, 30, dan 300 detik.

Yang digunakan para peneliti adalah Tryptic Soy Broth atau peptone buffer untuk menumbuhkan Enterobacter aerogenes, yakni bakteri non-patogen, “sepupu” Salmonella alami yang biasa terdapat dalam sistem pencernaan manusia. Skenario perpindahan bakteri diuji pada setiap jenis permukaan, tipe makanan, waktu kontak makanan dengan permukaan tempat jatuh, dan persiapan bakterial. Persiapan bakterial merupakan proses penanaman bakteri di permukaan dan dibiarkan kering sebelum makanan dijatuhkan dalam waktu tertentu. Permukaan dan makanan akan dievaluasi setelah terjadi kontaminasi.

Anggapan baru lima menit salah
Ilustrasi (Foto: dkn.tv)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah semangka menjadi makanan yang paling terkontaminasi. Sedangkan permen adalah yang paling sedikit terkontaminasi.

Waktu kontaminasi sangat cepat. Bakteri dan kuman bisa berpindah kurang dari 1 detik ke makanan yang jatuh. Bagaimana bakteri berpindah? Melalui kelembapan. Makanan yang paling lembap dan basah mempunyai risiko tertinggi terkontaminasi bakteri. Dan makanan yang paling lama dibiarkan jatuh lebih terkontaminasi bakteri.

Anggapan baru lima menit salah
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Salah satu hasil penelitian yang tak terduga adalah karpet menjadi permukaan dengan perpindahan bakteri terendah.

“Topografi permukaan tempat jatuhnya makanan menjadi faktor utama perpindahan bakteri,” kata Schaffner.

Sekilas permukaan tempat jatuh makanan tampak bersih. Namun, itu tidak berarti bahwa tidak ada bakteri di situ. Bakteri tetap ada, tapi tak terlihat. Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan di University of Orizona menunjukkan bahwa bakteri yang biasa terdapat pada feses manusia ternyata juga ada di alas sepatu.