Berita

Masih Tentang Aksi Presiden Jokowi dengan Moge: Tidak Ada yang Salah!

Presiden Joko Widodo naik moge salam pembukaan Asian Games 2018
Presiden Jokowi Naik Moge (Foto: Istimewa)
39views

Seremoni pembukaan Asian Games 2018 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (18/9) lalu, mengundang decak kagum. Semua memuji acara yang berlangsung spektakuler itu. Mulai dari tata panggung yang megah, permainan cahaya yang mempesona, hingga aksi teatrikal yang indah dan sarat makna.

Dari seluruh rangkaian acara itu, ada satu bagian yang benar-benar mencengangkan jutaan pasang mata. Baik yang hadir di stadion, maupun yang menonton acara itu melalui layar kaca. Bagian itu adalah aksi Presiden Jokowi naik moge menuju GBK. Aksi yang disebut bak aksi Ethan Hunt dalam film Mission Imposible.

Banyak orang terpukau pada konsep itu. Pasalnya, karakter orang nomor satu itu digambarkan dengan sangat jelas dalam potongan video itu. Lihatlah bagaimana Jokowi mengambil keputusan cepat ketika rombongannya terhadang demonstrasi. Ia turun dari mobil, naik moge paspampres, “terbang” melewati kendaraan, berzig-zag di tengah kemacetan lalu lintas, keluar-masuk gang sempit, hingga akhirnya tiba di GBK tepat sebelum acara dimulai.

Presiden Joko Widodo naik moge salam pembukaan Asian Games 2018
(Foto: Istimewa)

Begitu banyak orang kagum melihat Jokowi beraksi dengan moge itu. Namun, para lawan politiknya tidak demikian. Mereka mempersoalkan fakta bahwa tidak semua adegan dalam video itu dilakukan oleh Jokowi. Salah satunya adalah adegan Jokowi “terbang” dengan moge.

“Sebagaimana dalam tayangan-tayangan beretika untuk masyarakat, karena kabarnya sebagian aksi tersebut dilakukan tidak oleh sosok yang bersangkutan, maka sebaiknya ditulis ‘TAYANGAN INI DILAKUKAN OLEH PROFESIONAL’, sehingga publik dicerdaskan dan diberikan penjelasan yang jujur,” cuit Roy Suryo, salah satu elite Partai Demokrat, melalui akun Twitter-nya.

Presiden Joko Widodo naik moge salam pembukaan Asian Games 2018
(Foto: Istimewa)

Elite Partai Gerindra melihat aksi Jokowi dalam video itu sebagai bagian dari pencitraan dan usaha untuk merebut perhatian generasi milenial.

Asian Games ini kan sudah masuk tahun politik. Terlihat sekali Pak Jokowi menggunakan pembukaan Asian Games untuk pencitraan beliau. Memunculkan image bahwa beliau bermotor dan milenial,” kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, seperti dilansir detikcom, Minggu (19/8).

Presiden Joko Widodo naik moge salam pembukaan Asian Games 2018
(Foto: Istimewa)

Ferdinand Hutahean, elite Partai Demokrat lainnya, mengatakan hal yang sama. Dia bahkan meminta Jokowi menjelaskan kepada publik bahwa ia menggunakan jasa stuntman atau pemain pengganti.

“Beliau ini untuk mengambil dan menarik kaum milenial yang cukup besar pemilihnya. Pak Jokowi kami minta jujur ke publik untuk menjelaskan karena di media sosial ini terpecah,” ungkapnya.

Apakah Jokowi benar-benar salah karena menggunakan stuntman? Jika dilihat dalam konteks seni pertunjukan, apakah Jokowi salah karena menggunakan pemain pengganti?

Presiden Joko Widodo naik moge salam pembukaan Asian Games 2018
(Foto: detikcom)

Koalisi Jokowi beramai-ramai melakukan pembelaan.  M. Romahurmuziy, Ketua Umum PPP, menganggap wajar jika Jokowi menggunakan pemain pengganti.

“Ada pun di beberapa scene pakai stuntman. Ya, iyalah. Itu kan teknik sinematografi biasa. Bintang profesional seperti Jackie Chan saja pakai stuntman, apalagi Pak Jokowi. Orang biasa saja nggak ada yang mikir semua adegan dilakukan oleh Pak Jokowi langsung,” jelasnya.

PDIP pun tidak ketinggalan untuk melakukan pembelaan. Andreas Hugo Pareira, Ketua DPP PDIP, melihat bahwa tidak ada yang salah dengan aksi Jokowi dalam video itu.

“Soal penggunaan stuntman dalam adegan video yang dipertunjukan menjelang kedatangan Jokowi ke Senayan, saya kira tidak perlu dipersoalkan, apalagi diperdebatkan. Namanya pertunjukan untuk tontonan. Bintang film saja, untuk adegan-adegan tertentu yang berisiko tinggi, menggunakan stuntman, apalagi presiden. Kalau iri hati dengan Jokowi, dikira-kira dong, biar nggak kebablasan yang nggak perlu-perlu,” jelasnya.

Presiden Joko Widodo naik moge salam pembukaan Asian Games 2018
(Foto: Istimewa)

Apa yang dikatakan elite partai koalisi memang ada benarnya. Dalam konteks seni pertunjukan, menggunakan pemain pengganti adalah hal yang biasa. Dan itu bukanlah masalah. Banyak aktor besar yang menggunakan pemain pengganti dalam aksi-aksi yang ekstrem.

Apakah perlu ada keterangan pada video itu bahwa adegan Jokowi “terbang” dengan moge dilakukan oleh profesional? Membuat keterangan seperti itu jelas mengurangi sisi “wah” dari acara sebesar itu. Toh semua orang tahu bahwa video itu adalah satu dari sebuah rangkaian utuh pertunjukan seni.

Presiden Joko Widodo naik moge salam pembukaan Asian Games 2018
Gary Connery terjun dari atas helikopter (Foto: Daily Mail)

Jika memang harus ada keterangan seperti yang dianjurkan elite politik, mengapa tidak ada keterangan seperti itu pada adegan Ratu Elizabeth terjun dari atas helikopter dalam acara pembukaan Olimpiade London 2012? Karena rakyat Inggris tahu bahwa adegan itu dibuat untuk menciptakan efek tegangan agar acara pembukaan berjalan lebih megah. Lagi pula warga Inggris tahu bahwa yang terjun dari atas helikopter itu bukan sang ratu yang sudah berusia 86 tahun saat itu.

Adalah sangat naif membiarkan sang ratu membahayakan diri demi sebuah sensasi dan kemewahan sebuah pesta olahraga bernama olimpiade itu. Dan tentu saja rakyat Inggris tidak menggantungkan hidup dan masa depan mereka pada olimpiade. Yang mereka ketahui adalah bahwa James Bond, diperankan Daniel Craig, yang menjemput sang ratu dengan helikopter adalah tokoh fiktif ciptaan Ian Fleming.

Presiden Joko Widodo naik moge salam pembukaan Asian Games 2018
Mark Sutton dan Gary Connery (Foto: Istimewa)

Kalau bukan sang ratu dan James Bond, lalu siapa yang terjun dari atas helikopter itu? Dua orang pemain pengganti. James Bond digantikan oleh seorang stuntman bernama Mark Sutton. Sementara sang ratu digantikan oleh Gary Connery, seorang stuntman yang juga seorang atlet terjun payung.

Apakah rakyat Inggris mempersoalkan peran mereka? Tidak. Siapa mereka justru tidak diungkit-ungkit hanya untuk menunjukkan kelemahan sang ratu dan aktor besar bernama Daniel Craig itu. Sutton dan Connery jauh dari celotehan remeh.