fbpx
Makanan

Kamu Harus Tahu: Ini Beda Roti Artisan dan Roti Biasa

Foto: gratefulbread.com
134views

Beberapa tahun belakangan, roti artisan semakin digandrungi masyarakat. Terutama mereka yang sedang menerapkan pola makan sehat. Hal ini berdampak pada menjamurnya toko roti di Indonesia, termasuk Jakarta. Bahkan, tidak sedikit orang yang rela antre demi mendapat roti artisan favortinya.

Tren roti artisan seperti membawa kita kembali ke jaman dulu, saat orang membeli roti langsung dari pembuatnya. Menurut buku The Petite Bourgeoisie: Comparative Studies of the Uneasy Stratum tahun 1981, roti artisan sudah ada di Perancis sejak abad ke-10 dan diproduksi secara rumahan. Tren roti ini kemudian berkembang di Eropa dan mulai dikenal masyarakat Amerika tahun 1983. Sedangkan di Indonesia, tren roti artisan baru mulai muncul pada 2010-an.

Ilustrasi (Foto: 24horas.cl)

Mengutip pakaroti.com, istilah kata ‘artisan’ sendiri berasal dari bahasa Perancis yang merujuk pada sang pembuat roti. Pembuat roti yang disebut artisan baker memiliki kemampuan khusus untuk membuat, mencampur, memfermentasikan, membentuk dan memanggang sebuah roti dengan kemampuannya sendiri.

Bagi kebanyakan orang di Indonesia, mungkin belum familiar dengan roti jenis ini. Karena bukan panganan utama, jadi tak banyak yang secara khusus membuat roti sendiri. Namun, seiring berjalannya waktu, tren makanan sehat ini mulai diikuti berbagai kalangan.

Ilustrasi (Foto: topsimages.com)

Bahkan, mulai bermunculan berbagai inovasi dalam menyediakan makanan sehat. Penggunaan roti berbahan gandum dalam burger dan pemilihan ciabatta serta brioche dalam membuat sandwich adalah beberapa hasil kreasi untuk mengakomodir gaya hidup sehat.

Inovasi, kreasi, dan variasi demi kualitas

Sekilas, roti artisan terlihat sama dengan roti biasa. Namun, banyak hal yang membedakan, mulai dari cara pembuatan, hingga tekstur dari hasil roti. Roti artisan juga tidak dijual di supermarket atau toko kue berskala besar. Roti ini hanya dijual di toko kue. Bahkan, biasanya roti artisan sering ditemukan di toko kue kecil, di mana jumlahnya juga terbatas dan harganya lebih mahal.

Baca :   Joe & Dough, Tempat Nyaman Menikmati Lezatnya Roti Bersama Keluarga

Foto: gratefulbread.com

Setiap roti artisan dibuat dari bahan-bahan yang masih segar, dan berkualitas tinggi. Bahan-bahan berkualitas ini, nantinya akan menciptakan rasa yang lebih kuat, tekstur rotinya juga lebih bagus.

Untuk menjaga cita rasa dan kualitas, artisan baker selalu menyortir bahan-bahan yang akan digunakan. Pengembang atau raginya juga dibuat sendiri, jadi tidak menggunakan pengawet buatan. Hal inilah yang membuat roti artisan jadi lebih sehat.

Foto: gratefulbread.com

Selain menggunakan bahan-bahan alami, pembuatan roti artisan butuh waktu lama. Kurang lebih, 8 jam sehari. Proses pembuatan yang lama ini, membuat rasa dan tekstur roti jadi lebih berkembang dan enak. Roti yang dihasilkan juga lebih mudah dicerna, sehingga rasanya ringan dan tidak membuat perut terasa penuh.

Teknik pembuatannya juga menggunakan bahan dan peralatan yang tak biasa. Salah satunya, baker’s peel yang merupakan alat baking berbentuk seperti spatula besar yang memiliki pegangan dan terbuat dari kayu. Biasanya, digunakan untuk memasukan adonan roti atau pizza ke dalam pemanggang.