Makanan

Makanan Khas Indonesia Ini Punya Nama yang “Nyeleneh”

Makanan khas Indonesia dengan nama yang aneh
Nasi Kentut (Foto: Istimewa)
135views
Waktu baca : 3 menit

Berita terkini Jelujur.com – Hampir setiap daerah di Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas ke Rote, memiliki makanan khas masing-masing. Khas rasanya, khas pembuatan dan penyajiannya, dan khas namanya.

Tentang nama-nama masakan ini, ada beberapa hal yang menarik. Ada nama masakan yang merujuk pada wilayah asal. Misalnya, satai Padang, satai Madura, soto Lamongan, dan lain-lain. Namun, ada juga yang tidak persis berhubungan baik dengan wilayah asal, maupun bumbu atau bahannya. Nama-nama masakan itu terdengar “nyeleneh”.

Berikut ini beberapa masakan khas Indonesia dengan nama yang membuat orang tersenyum dan mengernyitkan dahi:

Sate kere

Makanan khas Indonesia dengan nama yang aneh
(Foto: Traveling Yuk)

“Kere”, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga, berarti orang yang sangat miskin, gembel, peminta-minta, dan kerai. Jadi, “sate kere” bisa berarti satai dari dan untuk orang miskin. Mengapa demikian? Disebut “sate kere” karena ukurannya kecil; terdiri atas potongan gembus atau tempe ampas kelapa dan jeroan sapi. Dulu sekali, satai ini merupakan sajian untuk kalangan bawah yang tidak mampu membeli satai daging.

Satai ini banyak ditemukan di daerah Solo dan Yogyakarta. Meskipun “kere”, satai ini tetaplah merupakan sajian yang nikmat. Gurihnya gembus, kenyalnya jeroan, dan manisnya siraman saus kacang menciptakan sensasi yang berbeda.

Tahu gimbal

Makanan khas Indonesia dengan nama yang aneh
(Foto: kompas.com)

Makanan ini tidak punya hubungan dengan rambut gimbal. Juga tidak mirip dengan rambut gimbal. Ini adalah sejenis kudapan yang terbuat dari campuran udang dan tepung. Biasanya disajikan dengan potongan tahu goreng, kol, lontong, tauge, dan telur ceplok, lalu disirami dengan saus kacang.

Nasi Kentut

Makanan khas Indonesia dengan nama yang aneh
(Foto: Istimewa)

Ini adalah salah satu makanan khas Medan. Disebut demikian tidak karena nasi bisa kentut atau mengeluarkan bau kentut, tetapi karena nasi dimasak dengan daun kentut (Paederia scandens). Orang Jawa menyebutnya daun kesembukan. Daun ini punya banyak khasiat, antara lain, mengobati sariawan, mengatasi perut kembung, dan menyembuhkan radang telinga. Biasanya nasi kentut ini disajikan dengan ikan pepes, ayam, tahu, tempe, dan lainnya.

Nasi kucing

Makanan khas Indonesia dengan nama yang aneh
(Foto: Istimewa)

Jangan terkecoh oleh namanya. Sama sekali tidak ada daging kucing di dalam nasi ini. Disebut “nasi kucing” karena porsi nasi ini sangat sedikit seperti porsi makanan kucing.

Dalam satu porsi nasi kucing terdapat sekepal kecil nasi dengan aneka lauk seperti oseng tempe, sambal goreng ayam, hingga ikan peda yang asin dan gurih. Lantaran sangat kecil porsinya, satu orang bisa menyantap hingga empat porsi nasi kucing dalam sekali makan.

Kerupuk melarat

Makanan khas Indonesia dengan nama yang aneh
(Foto: Istimewa)

Nama yang menggelitik, bukan? Dulu, makanan ini adalah sajian utama masyarakat kalangan bawah. Disebut “kerupuk melarat” karena kerupuk ini tidak digoreng dengan minyak sayur, tetapi dengan pasir yang sudah dipanaskan terlebih dahulu. Mengapa digoreng dengan pasir? Karena orang tidak mampu membeli minyak.

Mie pentil

Makanan khas Indonesia dengan nama yang aneh
(Foto: jogja.co)

Satu lagi makanan khas daerah dengan nama yang benar-benar menggoda: mie pentil. Mi khas Bantul ini terbuat dari tepung tapioka. Teksturnya sangat kenyal. Disebut “pentil” karena ukurannya lebih kecil daripada mi pada umumnya. Ada yang menyebut demikian karena ukurannya mirip pentil sepeda.