Olahraga

Lothar Matthaeus: Ronaldo, Liga Italia Sangat Tidak Mudah

Gaya bermain Ronaldo berbeda dengan gaya Italia
Ronaldo berhadapan dengan para pemain Juventus (Foto: Istimewa)
64views

Belum diketahui secara pasti kapan Juventus meresmikan transfer Ronaldo. Sejauh ini, baru rumor yang beredar di jagat bola. Belum ada sikap yang definitif dari Real Madrid dan Juventus.

Memang masih berupa rumor. Namun, rumor itu sudah cukup membuat pamor Liga Italia kembali naik. Pasalnya, sejumlah skandal pada beberapa tahun lalu telah membuat Liga Italia kehilangan pesonanya. Klub-klub dari Italia pun kesulitan untuk bersaing dengan klub-klub dari Liga Inggris dan Spanyol.

Pesona dan level klub, menurut Lothar Matthaeus, legenda sepak bola Jerman, akan menjadi pertimbangan Ronaldo. Oleh karena hal ini, ia yakin bahwa Ronaldo tidak akan meninggalkan Madrid.

“Saya tidak melihat ada alasan mengapa dia pindah ke Juventus. Liga Italia sudah tidak berada di level yang seperti dulu. Ada tanda-tanda perkembangan dan tim mereka tampil bagus di Liga Champions dan Eropa dalam beberapa musim terakhir, tapi mereka belum selevel klub Spanyol atau Inggris,” kata Lothar Matthaeus, legenda sepak bola Jerman, kepada Gazzetta dello Sport.

Gaya beramen Ronaldo berbeda dengan gaya Italia
(Foto: Istimewa)

Jika ternyata Ronaldo benar-benar ingin memulai petualangannya di Italia, yang kemudian menjadi pertanyaan adalah bisakah Ronaldo berkembang? Apakah ia bisa mencetak banyak gol seperti ketika berseragam Madrid dan Manchester United?

Harus diakui dengan rendah hati bahwa Liga Italia punya gaya yang berbeda. Tidak seperti Liga Inggris yang cepat. Tidak. Liga Italia adalah liga yang penuh dengan perhitungan. Penuh dengan taktik. Penuh dengan strategi.

Semua tim di Italia tidak terbiasa membangun serangan dengan tergesa-gesa. Mereka justru bermain dalam gaya lambat, tapi penuh dengan perhitungan matang. Sebuah serangan dibangun dengan sangat hati-hati dari belakang. Lalu bola akan banyak berkutat di lini tengah sebelum akhirnya terbuka kesempatan untuk mengalirkannya ke depan gawang dan menciptakan gol.

Gaya bermain Ronaldo berbeda dengan gaya Italia
(Foto: Istimewa)

Elemen lainnya adalah rapatnya pertahanan. Liga Italia terkenal dengan sistem pertahanan yang kuat. Pakemnya adalah catenaccio. Sistem seperti ini membuat para penyerang mengalami kesulitan untuk mencetak gol. Tidaklah mengherankan bahwa jumlah gol penyerang di semua klub di Liga Italia tidak banyak. Mencetak 30 gol dalam satu musim kompetisi sudah terhitung sangat baik untuk seorang penyerang di sana.

Melihat berbagai faktor ini, Lothar Matthaeus yakin bahwa Ronaldo tidak cocok dengan atmosfer Liga Italia. Gaya bermain Ronaldo dan Italia tidak beriringan.

“Gaya Italia bermain bukan untuk Ronaldo. Semua pemain akan menyaksikannya. Permainannya cenderung bertahan dan dia akan kehilangan kecepatannya,” katanya.