Tips

Lakukan 5 Hal Ini untuk Melatih Saraf Motorik Buah Hatimu

Cara melatih saraf motorik anak
Feature (Foto: Istimewa)
60views

Berita terkini Jelujur.com – Saraf motorik anak harus dilatih dan diasah sejak dini. Lebih baik lagi latihan ini dilakukan sebelum anak berusia 1 tahun. Semakin dini latihan dilakukan, semakin cepat perkembangan kemampuan motorik anak.

Kemampuan motorik ini dibagi menjadi dua, yaitu kemampuan motorik halus dan kemampuan motorik kasar. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagaian besar atau seluruh anggota tubuh. Kemampuan ini dipengaruhi usia, berat badan, perkembangan fisik anak. Contohnya, kemampuan duduk, menendang, berlari, atau naik-turun tangga.

Berbeda dengan motorik kasar, motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata dan tangan. Saraf motorik halus dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan rutin. Sebut saja bermain puzzle, menyusun balok, memasukkan benda ke dalam lubang sesuai dengan bentuknya, dan sebagainya.

Berikut ini beberapa latihan yang bisa dilakukan untuk melatih saraf dan kemampuan motorik anak:

Tarik-genggam jari

Cara melatih saraf motorik anak
(Foto: Istimewa)

Ini sebuah latihan yang sangat sederhana. Biarkan buah hatimu menggenggam jarimu selama beberapa saat. Lalu tarik jarimu perlahan-lahan. Lakukan latihan ini selama berulang-ulang kali. Latihan kecil ini akan merangsang kemampuan indera peraba buah hatimu. Dia akan mulai bisa merasakan sentuhan dan menggenggam objek di sekitarnya.

Gunakan mainan bersuara

Cara melatih saraf motorik anak
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Memasuki usia 4 bulan, kemampuan pendengaran bayi mulai berkembang. Dia akan lebih peka pada suara di sekitarnya. Bahkan sudah merespon suara ibu dan orang-orang di sekitarnya.

Perkembangan kemampuan pendengaran bayi ini harus kamu manfaatkan untuk melatih saraf motorik halusnya. Caranya adalah menggantungkan atau menaruh mainan yang berbunyi atau bersuara di dekat wajahnya. Biarkan dia mencari sumber suara atau bunyi itu. Jika dia melirik dan menolehkan kepala sambil menggerakkan tangan, berarti kemampuan motoriknya berkembang baik. Gerakan seperti ini bagus untuk memperkuat otot leher, kepala, dan tangannya.

Latihan tengkurap

Cara melatih saraf motorik anak
(Foto: Istimewa)

Menengkurapkan bayi adalah latihan kecil yang sangat bermanfaat. Posisi ini membuat perkembangan otot dan tulangnya lebih cepat, termasuk melatih kemampuan motoriknya. Biasanya bayi berusia 3—4 bulan sudah mampu tengkurap walaupun tidak lama.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan tengkurapnya akan semakin berkembang. Dia akan mulai bisa berguling dan tengkurap tanpa bantuan orang lain. Ketika dia tengkurap, tumpuannya terletak pada otot perut. Posisi ini membuatnya lebih leluasa menggerakkan tangan, kaki, dan kepala. Taruhlah mainan di dekatnya agar dia tergoda untuk meraihnya. Dan biarkan dia meraihnya. Namun, kamu harus selalu mengawasinya karena posisi ini bisa membuatnya kesulitan bernapas.

Latih buah hatimu duduk

Cara melatih saraf motorik anak
(Foto: Istimewa)

Pada usia 4—6 bulan, bayimu akan belajar duduk. Tanda-tandanya adalah dia sudah bisa menggerakkan kepala ke atas dan bawah secara bergantian. Dengan duduk, keseimbangan tubuh dan kekuatan tulang punggung bayi dapat dilatih.

Cobalah dudukkan buah hatimu. Pada awalnya, dia akan miring dan tidak seimbang. Namun, kamu bisa menggunakan tangan atau jarimu sebagai tumpuan. Lalu secara perlahan melepaskan pegangan itu. Latihan yang dilakukan terus-menerus akan membuat bayi bisa duduk sendiri.

Ajari buah hatimu makan dengan tangan atau sendok

Cara melatih saraf motorik anak
(Foto: Pexels)

Pada usia 6—9 bulan, buah hatimu sudah bisa menggenggam sesuatu. Pada usia ini, kamu bisa melatih kemampuan motoriknya dengan cara mengajarinya makan dengan tangan atau sendok. Jika dia memasukkan sendiri makanan ke dalam mulutnya, biarkan saja. Jangan larang. Lalu ajari dia menyendok makanan dari piring. Peganglah tangannya sampai dia bisa melakukannya sendiri.