fbpx
Kecantikan & Kesehatan

Perangi Diabetes dengan Cegah, Cegah dan Cegah

Ilustrasi (Foto: inlifehealthcare.com)
181views

Diabetes merupakan masalah epidemi global yang bila tidak segera ditangani secara serius akan mengakibatkan peningkatan dampak kerugian ekonomi yang signifikan, khususnya bagi negara berkembang di kawasan Asia dan Afrika.

Berdasarkan data IDF, biaya langsung penanganan diabetes mencapai lebih dari 727 milyar USD per tahun atau sekitar 12 persen dari pembiayaan kesehatan global. Data Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga menunjukkan peningkatan jumlah kasus dan pembiayaan pelayanan diabetes di Indonesia, dari 135.322 kasus dengan pembiayaan Rp700,29 milyar di tahun 2014 menjadi 322.820 kasus dengan pembiayaan Rp1,877 trilliun di tahun 2017.

Ilustrasi (Foto: countrywidehealthcare.co.uk)

Selain itu, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) juga memperlihatkan peningkatan angka prevalensi diabetes yang cukup signifikan, yaitu dari 6,9 persen di tahun 2013 menjadi 8,5 persen di tahun 2018. Estimasi jumlah penderita di Indonesia pun mencapai lebih dari 16 juta orang yang kemudian berisiko terkena penyakit lain, seperti serangan jantung, stroke, kebutaan dan gagal ginjal. Bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian.

Inovasi-inovasi dalam pencegahan dan pengendalian serta pengobatan diabetes dinilai sangat penting untuk dilakukan, di antaranya pentingnya diabetes registry, penggunaan aplikasi pada telepon seluler untuk pencegahan risiko dan kontrol, peringatan otomatis secara reguler untuk olah raga pada area publik (bandara, stasiun, pasar, super market).

Ilustrasi (Foto: diabetes.ie)

Indonesia juga harus menekankan pentingnya food labelling untuk peringatan kepada masyarakat mengenai makanan dan minuman yang tidak sehat (terlalu banyak mengandung gula, garam dan lemak). Saat ini, Indonesia telah mengeluarkan peraturan untuk industri makanan atau minuman kemasan dan siap saji untuk mencantumkan kandungan gula, garam dan lemak dalam makanan olahan.

Baca :   Perempuan, Tingkatkan Hasrat Seksualmu dengan Meditasi

Dikutip dari siaran pers Kementerian Kesehatan, ada tiga hal utama yang perlu dilakukan, pertama, perubahan perilaku yang terkait makanan sehat dan berimbang, aktivitas fisik, menghindarkan diri dari rokok dan alkohol. Kedua, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Ketiga, perbaikan tatalaksana penanganan penderita dengan memperkuat pelayanan kesehatan primer, yang akan menjadi prioritas dalam beberapa tahun ke depan.

Ilustrasi (Foto: ghwcc.org)

Direktur Jenderal WHO, dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, melalui Video Message di MCOD mengatakan bahwa tiga strategi untuk mempercepat program pencegahan dan pengendalian Diabetes adalah prevention, prevention and prevention. Sependapat dengan Tedros, menurut Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek, kekuatan cegah, cegah dan cegah dapat dimulai dari pendekatan penguatan pelayanan kesehatan di tingkat primer untuk mencegah dan mengendalikan diabetes.

Pendekatan ini terbukti efektif untuk menurunkan faktor risiko PTM, yaitu dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya PTM dengan menyiapkan lingkungan yang sehat bagi masyarakat. Dengan kata lain, sambung Nila, masyarakat harus bisa menjadi lebih pintar untuk memilih apa yang perlu mereka konsumsi untuk mencegah diabetes.