fbpx
Kecantikan & Kesehatan

Waspada, Anak Juga Bisa Mengalami Gangguan Ginjal

Waspada gangguan ginjal pada anak
Ilustrasi anak sakit (Foto: Istimewa)
152views

Siapa bilang bahwa hanya orang dewasa yang mengalami gangguan ginjal? Banyak kasus yang menunjukkan bahwa anak-anak pun mengalami gangguan itu. Bahkan jumlah kasus anak yang mengalami gangguan ginjal terus meningkat.

Data global menunjukkan bahwa insiden gangguan ginjal pada anak mencapai 33,7% dengan angka kematian 13,8%. Di Amerika Serikat, pada 2017 lalu, terdapat 9.800 kasus gangguan ginjal. Jumlah itu meningkat jika dibandingkan dengan kasus yang sama pada 2 tahun sebelumnya yang hanya 1.399 kasus. Sementara di Eropa, prevalensi gagal ginjal mencapai 55—60 jiwa per 1 juta populasi anak.

Di Indonesia, kasus gangguan ginjal pada anak juga banyak. Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan bahwa pada 2017 lalu terdapat 212 anak dari 19 rumah sakit yang mengalami gangguan ginjal dan cuci darah. Angka kematian mencapai 23,6 persen. Data dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, menunjukkan bahwa pada tahun 2007—2009 lalu ada 150 orang anak yang mengalami gangguan ginjal kronik.

Waspada gangguan ginjal pada anak
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Rentang usia gangguan ginjal pada anak pun beragam. Mulai dari 0—17 tahun.

“Paling kecil di RSCM yang kami tangani untuk cuci darah adalah usia 3 bulan,” kata dr. Eka Laksmi Hidayati, Sp.A (K), Staf Divisi Nefrologi-Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM, seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Untuk mengetahui apakah seorang anak mengalami gangguan ginjal atau tidak tidaklah sulit. Caranya sangat mudah. Anda hanya perlu memperhatikan gejala-gejala yang muncul.

Baca :   Jangan Sepelekan Genangan Air saat Musim Hujan!
Waspada gangguan ginjal pada anak
Ilustrasi ginjal (Foto: Istimewa)

Pada umumnya, gejalanya berhubungan langsung dengan saluran kemih. Gejalanya adalah bengkak yang simetris pada seluruh tubuh karena penumpukan cairan. Cairan itu menumpuk karena tidak bisa dikeluarkan ginjal melalui urine.

Gejala lainnya adalah munculnya zat lain di dalam air kencing seperti hematuria atau sel darah merah, leukosituria atau sel darah putih, dan proteinuria atau terdapat protein di dalam urine. Muncul rasa mual dan muntah, wajah pucat, hilangnya nafsu makan, lemah dan lesu, sesak napas, sakit perut, masalah pada mulut, dan intensitas buang air kecil meningkat. Muncul pula gangguan tulang, mati rasa, kram otot, kejang, kulit gatal, hingga tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol.

Waspada gangguan ginjal pada anak
Ilustrasi (Foto: iStock)

Jika sudah muncul gejala seperti itu, segeralah bawa anak Anda ke rumah sakit. Semakin cepat dideteksi, semakin cepat pula ditangani dan dicegah. Harus diingat bahwa biaya pengobatan untuk gangguan ginjal kronis jauh lebih besar jika dibandingkan dengan penyakit lain: 7,6 kali lebih tinggi daripada biaya pengobatan penyakit lain.

“Kalau lebih awal, bisa dicegah, sehingga tidak perlu cuci darah atau bahkan transplantasi,” kata dr. Eka.