fbpx
Kecantikan & Kesehatan

Kamu Harus Tahu: Sariawan Bisa Jadi Merupakan Gejala Awal Kanker Mulut

Sariawan bisa menjadi gejala awal kanker mulut
Ilustrasi sariawan (Foto: Istimewa)
231views

Dalam bahasa medis, sariawan disebut aphthous ulcer, aphthous stomatitis, canker sores, atau mouth ulcer. Istilah itu merujuk pada luka kecil dan dangkal pada jaringan lunak di dalam mulut, dasar gusi, lidah bawah, atau sepanjang sisi rongga mulut. Luka ini tidak menular.

Sariawan muncul karena, yang paling umum terjadi, melemahnya daya tahan tubuh. Juga karena kekurangan vitamin B12 dan/atau asam folat, serta infeksi bakteri atau virus tertentu. Tidak jarang juga perubahan hormon seperti ketika terjadi menstruasi atau hamil bisa menyebabkan sariawan.

Sariawan biasanya terjadi hanya beberapa hari. Paling lama 2 minggu. Lantaran hampir semua orang mengalaminya dan sering terjadi, orang lalu menganggap bahwa sariawan tidak lebih daripada sebuah penyakit sepele. Sariawan hanyalah persoalan kekurangan vitamin dan lemahnya daya tahan tubuh. Tidak lebih.

Sariawan bisa menjadi gejala awal kanker mulut
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Persoalannya adalah ada sariawan yang berlangsung lebih dari 2 minggu. Dan sariawan seperti ini patut dicurigai.  

 “Jika dalam waktu satu bulan tidak kunjung sembuh, pasien wajib melakukan konsultasi ke layanan kesehatan untuk melihat apa yang terjadi,” kata Rahmi Amtha, Ketua Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia, seperti dilansir CNN Indonesia.

Sariawan yang demikian bisa jadi merupakan gejala dari sebuah penyakit serius. Penyakit serius itu adalah kanker mulut. Selain sariawan yang tidak kunjung sembuh, gejala kanker mulut yang lain adalah perubahan warna mukosa, pembengkakan kelenjar getah bening, rasa sakit menetap di tempat yang sama, benjolan tidak lazim, perdarahan tidak normal, dan berat badan yang turun tanpa sebab.

Baca :   Perangi Diabetes dengan Cegah, Cegah dan Cegah

Sariawan bisa menjadi gejala awal kanker mulut
Ilustrasi (Foto: Tistory.com)

“Biasanya sariawan yang tidak kunjung sembuh yang kemudian dinyatakan positif kanker mulut oleh dokter sudah berada di stadium dua,” sambungnya.

Pada umumnya, kanker mulut diderita oleh orang yang berusia di atas 40 tahun. Namun, dalam satu dekade belakangan ini, remaja dan orang dewasa pun menderita penyakit berbahaya itu.

“Saya dan teman-teman melakukan riset di DKI Jakarta dan menemukan 19,8 persen kasus kanker mulut terjadi pada usia 22—34 tahun,” katanya.

Sariawan bisa menjadi gejala awal kanker mulut
Ilustrasi (Foto: dictio.id)

Semakin cepat kanker terdeteksi, angka kesembuhan semakin tinggi. Jika lesi pra-kanker, yaitu lesi putih dan merah di dalam rongga mulut, diketahui sejak awal, kanker mulut bisa dicegah.

Pengobatan kanker mulut terdiri atas beberapa jenis, yaitu kemoterapi, radioterapi, dan terapi target. Jika sudah sampai pada tahap lanjut, penderita akan dioperasi. Apabila kanker berada di lidah, lidah harus dibuang atau dipotong. Jika kanker ditemukan di dalam pipi, dokter harus segera memindahkan dan merekonstruksi bagian rahang dan mulut.

“Kerap kali gejala kanker ini tidak disadari oleh penderita karena sariawan yang diidap tidak menimbulkan rasa sakit,” katanya.