fbpx
Kecantikan & Kesehatan

Jangan Sepelekan! Penyakit Pencernaan Ini Bisa Sebabkan Kematian Pada Anak

Ilustrasi (Foto: diaresq.com)
73views

Banyak yang masih menganggap sepele penyakit ini. Padahal, jika dibiarkan bisa berakibat fatal. Selain dapat menyebabkan dehidrasi dan kekurangan elektrolit, penyakit ini juga bisa menyebabkan kematian jika sering dialami oleh anak-anak.

Hasil riset nasional menunjukkan bahwa 31,4 persen dari kematian bayi dan 25,2 persen dari kematian balita di Indonesia disebabkan oleh diare. Diare merupakan penyakit nomor dua yang menyebabkan kematian anak terbanyak setelah pneumonia.

Ilustrasi (Foto: lybrate.com)

Melihat fakta ini, Kementerian Kesehatan RI menyadari jika perilaku kebersihan yang buruk, serta air minum yang tidak aman menjadi penyebab banyaknya kematian anak akibat diare di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Oleh sebab itu, dalam hal ini, pihak Kemenkes menjadikan perbaikan sanitasi dan air bersih menjadi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang harus dicapai.

“Sanitasi dan air bersih merupakan tujuan keenam dari tujuan pembangunan berkelanjutan. Sanitasi dan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang meliputi air minum, hygiene dan sanitasi, kualitas air, efisiensi penggunaan air, dan pengelolaan sumber air,” kata Nila Moeloek, Menteri Kesehatan RI, melalui keterangan resminya.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (Foto: Istimewa)

Kemenkes, beberapa kementerian lain dan mitra lain telah meluncurkan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pada 2008. Ada lima pilar STBM, yaitu stop BAB sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan, pengelolaan sampah, dan pengelolaan limbah cair.

Baca :   Mau Sehat? Jangan Percaya Anggapan "Belum lima menit"!

Hal tersebut juga sejalan dengan World Health Organization (WHO). Berdasarkan studi WHO pada 2007, jika setiap anggota keluarga dalam suatu komunitas melakukan lima pilar STBM tadi akan dapat menurunkan angka kejadian diare sebesar 94 persen.

Ilustrasi (Foto: momresource.ca)

Bahkan, sanitasi juga berkaitan erat dengan stunting. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, satu dari tiga anak Indonesia menderita stunting. Akses terhadap sanitasi yang baik berkontribusi dalam penurunan stunting sebesar 27 persen.

Sanitasi buruk tidak hanya berpengaruh pada kesehatan, tapi juga pada ekonomi negara. Indonesia sendiri mengalami kerugian ekonomi sebesar Rp56,7 triliun per tahun akibat kondisi sanitasi yang buruk untuk membayar ongkos pengobatan dan akomodasi.