fbpx
Kecantikan & Kesehatan

Cepat Periksa! Air Bersih Ternyata Sarang Nyamuk DBD

Foto: Istimewa
268views

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus bertambah. Secara nasional, jumlah kasus hingga 3 Februari 2019 sebanyak 16.692, dengan 169 orang meninggal dunia. Kasus terbanyak terjadi di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Kupang.

Data sebelumnya pada 29 Januari 2019, jumlah kasus DBD mencapai 13.683, dengan jumlah meninggal dunia sebanyak 133 jiwa. Jawa Timur masih menduduki jumlah kasus terbanyak, di antaranya di Kediri dan ponorogo.

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek (Foto: depkes.go.id)

Jangan dikira nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) atau aedes aegypti lebih senang bersarang di tempat kotor atau tak terawat. Justru, nyamuk aedes aegypti senang berada di air bersih yang dibiarkan tergenang.

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengatakan, masalah DBD adalah masalah lingkungan, dan nyamuk DBD lebih sering berada di air bersih. “Nyamuk DBD hidup di air bersih yang tergenang. Di sana, nyamuk akan berkembang biak,” kata Nila di Jakarta, belum lama ini.

Foto: Istimewa

Letak genangan air bersih itu bisa ada di mana-mana. Tidak hanya di luar rumah, di dalam rumah pun banyak. Terutama, pada barang-barang pribadi. Tempat genangan air itu justru menjadi sumber berkembang biaknya jentik nyamuk hingga menjadi nyamuk dewasa.

Karena itu, Nila mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama di rumah masing-masing. Mencari jentik-jentik nyamuk, serta meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk. Dalam hal ini, perlu adanya jumantik di setiap rumah dan di lingkungan tempat tinggal, termasuk di sekolah.

Direktur Jenderal Pecegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, dr. Anung Sugihantono, M.Kes )Foto: p2p.kemkes.go.id)

Sementara, Direktur Jenderal Pecegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Anung Sugihantono, M.Kes menambahkan, jika demam berdarah ada diagnosanya. DBD, katanya, ada yang hanya di tahapan klinis. Tandanya, penderita mengalami panas dan ada sedikit perdarahan. Ada juga Dengue Shock Syndrome (DSS), yakni kondisi dari demam berdarah yang sudah masuk kepada tahapan syok. “Kalau sudah syok, berarti ada gangguan dari sirkulasi darah. Sejauh ini, kejadian yang bisa kita temukan memang yang DSS porsinya tidak lebih dari 10%,” terang Anung.

Dengan kondisi seperti itu, Anung menekankan bahwa cara yang paling efektif adalah PSN. Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat, memberantas jentik nyamuk di rumah, dan sebisa mungkin menghindari gigitan nyamuk. Seperti tidur dengan memasang kelambu, menggunakan lotion pengusir nyamuk, dan menanam tanaman pengusir nyamuk.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid (Foto: Istimewa)

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengingatkan agar masyarakat perlu mengetahui di mana saja tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk. Karena, setiap tempat berpotensi menjadi sarang nyamuk bila terdapat genangan air.

Baca :   Tahukah Kamu 5 Kebiasaan Baik Ini Baik untuk Jantung?

“Ada banyak sarang nyamuk yang harus dikenali, terutama di rumah kita. Masyarakat harus mengetahuinya agar tidak salah sasaran dalam memberantas sarang nyamuk,” kata Siti.

Tempat perindukan nyamuk DBD (Foto: Istimewa)

Tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk di rumah adalah bak kamar mandi dan toilet, tempat penampungan air, air jebakan semut (kaki meja), air pembuangan kulkas, tempat minum burung (yang jarang diganti), pot bunga, dispenser air minum (wadah limpahan airnya), dan barang bekas di sekitar rumah (ban, kaleng, batok kelapa, botol, gelas air mineral, potongan bambu, dan semua tempat yg bisa nenampung air).

Tempat-tempat tersebut, kata Siti, sangat berpotensi menjadi sarang nyamuk. Masyarakat diimbau jangan sampai membiarkan air tergenang di tempat-tempat itu. “Kalau bak mandi harus lebih sering dikuras agar tidak ada jentik nyamuk. Ada jentik berarti kita terancam demam berdarah,” ucapnya.

Jentik nyamuk (Foto: PestWorld.org)

Satu jentik betina, sambung Siti, akan berubah menjadi nyamuk dewasa dalam 12 – 14 hari. Satu nyamuk betina dewasa, sekali bertelur menghasilkan 100-150 butir telur. Dalam sebulan, nyamuk bisa bertelur kurang lebih 4 kali. Jadi, dalam sebulan, nyamuk bisa bertelur antara 400 sampai 600 telur. “Jangan salah sasaran dalam melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Bukan dengan memotong pohon, bersih-bersih rumput, menata bunga, dan lain-lain, karena jentik tidak bersarang di rerumputan,” terang Siti.

Perlu diketahui juga, jam aktivitas nyamuk Aedes Agypti dan Aedes Albopictus, yakni pagi pukul 09.00 – 10.00 dan sore pukul 15.00 – 16.00. Siti juga mengimbau kepada masyarakat agar sering melakukan kegiatan kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan perkampungan atau pedesaan. Pakai selalu lotion anti nyamuk, terutama anak-anak saat pagi sebelum berangkat sekolah, saat bermain, dan sore hari.