fbpx
Kecantikan & Kesehatan

Capai 87 Persen, Imunisasi Campak-Rubella di Indonesia Diapresiasi WHO

Ilustrasi / Foto: Istimewa
81views

Hasil kampanye imunisasi campak dan rubella tahun 2017-2018 secara keseluruhan di Indonesia mencapai 87, 33%. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada 15 Januari 2018, kasus campak dan rubella (Januari hingga Juli 2017) terbilang tinggi. Setelah dilakukan imunisasi, jumlah kasus campak dan rubella menurun drastis.

Sebagai contoh pada Januari dan Juli 2017, kasus campak di Januari mencapai 449 orang, dan rubella mencapai 147 orang. Selain itu, kasus campak pada Juli 2017 mencapai 98 orang dan rubella mencapai 143 orang. Kemudian, penurunan kasus terjadi pada Agustus hingga Desember. Misalnya, pada Agustus, kasus campak mencapai 52 orang dan rubella 34 orang, sementara pada Desember kasus campak hanya 6 orang dan rubella hanya 3 orang.

Foto: Istimewa

“Kalau (cakupan imunisasi) keseluruhan Jawa dan luar Jawa maka sesungguhnya capaian imunisasi di atas 80 persen atau 87, 33 persen,” kata Anung Sugihantono, Direktur Jenderal P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dikutip dari laman resmi Kemenkes, Rabu (9/1/2019).

Menurut Aning, data cakupan imunisasi campak dan rubella sifatnya dinamis. Kemenkes masih menerima laporan cakupan imunisasi dari daerah. Cakupan imunisasi campak dan rubella di semua kabupaten/kota di Jawa rata-rata di atas 100 %.

Baca :   Apa Efek Buruk dari Tidur Menyamping?

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Cakupanimunisasi yang tinggi, menjadikan kasus campak dan rubella di Jawa menjadi rendah. “WHO apresiasi capaian tersebut. Secara totalitas untuk Indonesia meski belum 95%, tapi dalam periode 2 tahun mencapai 87,33 persen patut diapresiasi,” kata Anung.

Sayangnya, sambung Anung, cakupan imunisasi di luar Jawa keseluruhan baru mencapai 72,79 %. Bahkan secara rinci masih ada provinsi dengan cakupan kurang dari 50 %, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Riau. “Tetap kami masih ada 71 kabupaten/kota yang cakupannya di bawah 50 persen, yang paling rendah adalah Provinsi Aceh,” beber
Anung.

Ilustrasi (Foto: annedirhersey.com)

Untuk meningkatkan cakupan imunisasi campak dan rubella di luar Jawa, Kemenkes meminta kepala daerah yang wilayah cakupan imunisasinya rendah untuk lebih meningkatkan lagi upaya cakupan imunisasi. Selain itu, dilakukan juga penguatan surveilan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).