Gaya Hidup

Kamu Kecanduan Game? Menurut WHO, Kamu Menderita Gangguan Mental

WHO tetapkan kecanduan game online sebagai gangguan mental
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
29views

Berita terkini Jelujur.com – Sejak naik hingga beberapa detik sebelum turun dari bus Transjakarta itu, anak muda itu tak bisa mengangkat matanya dari layar telepon genggamnya. Memalingkannya barang sejenak pun tidak. Matanya terpaku pada gawainya sambil kedua ibu jarinya bergerak ke sana-kemari dan naik-turun pada layar ponselnya. Game membuatnya tidak peduli pada penumpang lain dalam bus berwarna biru itu.

Anak muda itu adalah satu dari sekian banyak anak muda, bahkan orang dewasa, yang kecanduan online game. Di mana pun dan kapan pun, mereka berkutat dengan permainan itu ketimbang terlibat aktif dalam hubungan dengan orang lain dan lingkungan. Orang-orang seperti itu lebih mudah “berinteraksi” dengan “teman maya” daripada berbagi cerita dengan orang lain di samping kiri dan kanan mereka.

WHO tetapkan kecanduan game online sebagai gangguan mental
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) rupanya menaruh perhatian besar pada perubahan perilaku karena game itu. Setelah mempertimbangkan banyak hal, WHO secara resmi menetapkan kecanduan game atau game disorder sebagai penyakit gangguan mental. WHO memasukkan gangguan itu dalam versi terbaru International Statistical Classification of Diseases (ICD), Senin (18/6) lalu. ICD adalah sebuah sistem yang berisi daftar penyakit berikut gejala, tanda, dan penyebab. Dan WHO memasukkan kecanduan game dalam daftar “disorders due to addictive behavior” atau penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan.

Dilansir Science Alert, Selasa (19/6) lalu, kecanduan game bisa disebut penyakit bila memenuhi tiga hal ini. Pertama, bila orang itu tidak bisa mengendalikan kebiasaan bermain game. Kedua, bila orang itu mulai memprioritaskan game di atas kegiatan lain. Dan, ketiga, bila orang itu terus saja bermain game meskipun sudah ada konsekuensi negatif yang jelas terlihat. Ketiga hal ini, menurut WHO, harus terjadi atau terlihat selama satu tahun sebelum diagnosis dibuat.

WHO tetapkan kecanduan game online sebagai gangguan mental
Salah satu game daring (Foto: Istimewa)

Permainan yang dikategorikan WHO sebagai permainan yang bisa menyebabkan gangguan mental adalah berbagai jenis permainan yang dilakukan seorang diri atau bersama orang lain, baik dalam jaringan maupun di luar jaringan.

“Bermain game disebut sebagai gangguan mental hanya apabila permainan itu mengganggu atau merusak kehidupan pribadi, keluarga, sosial, pekerjaan, dan pendidikan. Sudah banyak cukup bukti yang menunjukkan kecanduan game dapat menimbulkan masalah kesehatan,” tulis WHO dalam situs resminya.