Kecantikan & Kesehatan

Kamu Harus Tahu: Jengkol Lebih Efektif Membunuh Sel Kanker daripada Kemoterapi!

Jengkol dapat membunuh sel kanker
Ilustrasi (Foto: Kompas)
103views
Waktu baca : 3 menit

Banyak orang suka makan jengkol karena rasanya enak. Namun, tidak sedikit juga yang menghindari makanan dengan nama Latin Archidendron pauciflorum itu. Mengapa? Karena setelah makan makanan itu, bau napas menjadi tidak sedap. Urin pun berbau menyengat.

Bau tidak sedap muncul setelah orang makan jengkol karena pada jengkol, seperti dilansir hellosehat.com, ada senyawa yang mengandung sulfur bernama djengkolic acid atau asam jengkolat. Senyawa ini tersusun dari dua asam amino sistein yang diikat oleh satu gugus metil pada atom belerangnya. Asam inilah yang menyebabkan urin orang yang makan jengkol berbau menyengat.

Jengkol memang mengeluarkan bau yang tidak sedap. Namun, orang tidak bisa membantah bahwa jengkol punya banyak manfaat untuk kesehatan. Dalam beberapa hari terakhir ini, beredar pesan melalui aplikasi WhatsApp tentang khasiat makanan ini. Jengkol disebut 10 ribu kali lebih efektif membunuh sel kanker ketimbang kemoterapi.

Jengkol dapat membunuh sel kanker
Jengkol (Foto: Istimewa)

Apakah benar demikian? Sudah banyak lembaga kesehatan yang melakukan penelitian tentang jengkol. Sudah banyak ulasan dan catatan yang dibuat oleh para ahli gizi tentang tumbuhan yang banyak terdapat di kawasan Asia Tenggara ini.

Institute of Health Sciences, sebuah lembaga kesehatan Swedia, mencatat bahwa jengkol mengandung banyak nutrisi. Selain protein, kalsium, fosfor, dan zat besi, jengkol juga mengandung banyak vitamin seperti vitamin A, B1, dan C. Dari ketiga jenis vitamin itu, vitamin C adalah yang paling banyak kandungannya.

Tentu saja berbagai kandungan itu bermanfaat untuk tubuh. Menyehatkan dan mengatasi masalah kesehatan karena kekurangan satu dari beberapa senyawa penting itu. Dan salah satu manfaat besarnya adalah membunuh sel kanker.

Jengkol dapat membunuh sel kanker
Jengkol diolah menjadi menu yang lezat (Foto: Istimewa)

Hasil penelitian yang dilakukan di Universitas Sains Malaysia menguatkan fakta ini. Penelitian itu dilakukan untuk melihat sejauh mana ekstraksi jengkol dapat menghambat pertumbuhan penyakit seperti kanker, peradangan kronis dalam sistem imun, dan diabetes.

Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa ekstraksi jengkol mengandung begitu banyak antioksidan. Senyawa itu, ketika diujicobakan pada sel-sel tikus, menunjukkan dampak yang positif. Senyawa-senyawa itu memperlambat pertumbuhan sel kanker dan penyakit lain yang menyebabkan peradangan dalam tubuh.

Penelitian lain dari Institute of Helath Sciences juga menunjukkan hal yang sama. Senyawa yang terdapat di dalam jengkol 10.000 kali lebih baik daripada produk adriamycin, obat kemoterapi. Jengkol terbukti dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker dan melawan sel kanker yang sudah tumbuh.

Jengkol dapat membunuh sel kanker
Pohon jengkol dengan buah yang lebat (Foto: Istimewa)

Jengkol tidak hanya membunuh sel kanker, tetapi juga mengatasi banyak penyakit lainnya. Jika kamu menderita radang lambung, kamu harus mengonsumsi jengkol. Demikian juga ketika menderita penyakit infeksi cacing dalam saluran pencernaan, diabetes, hingga anemia.

Yang harus diperhatikan adalah kamu harus minum banyak air putih setelah makan jengkol. Pasalnya jengkol mengandung asam jengkol yang dapat mempengaruhi kinerja ginjal jika terlalu banyak dikonsumsi.