fbpx
Jalan-Jalan

Keindahan Danau Keramat dengan Pesonanya yang Memikat

Foto: pesona.travel
173views

Airnya berwarna hijau pekat. Panoramanya indah. Danau yang dikeramatkan oleh warga ini mampu memikat siapapun yang datang mendekat. Keindahan Danau Lingkat memang sudah tidak diragukan lagi. Suasana asri disertai pemandangan berupa hamparan pepohonan hijau menjadi sajian utama danau yang terletak di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Jambi ini.

Berada di ketinggian 1.100 mdpl, hawa sejuk langsung terasa begitu menginjakkan kaki di Danau Lingkat. Rindangnya pepohonan hijau tak hanya enak dipandang mata, tetapi juga menggambarkan betapa lestarinya alam Kerinci. Bersantai di pinggir danau, akan membuatmu lupa dengan penatnya kota.

Foto: @info.kerinci

Danau seluas 12 hektar ini memang memesona. Warna hijau dari air danau terlihat serasi dengan pepohonan yang berada di sekelilingnya. Panorama pun kian sempurna dengan deretan pegunungan dan perbukitan. Pengunjung akan dihibur dengan suara-suara merdu kicauan burung yang menenangkan jiwa.

Danau Lingkat menjadi salah satu destinasi wisata yang selalu diburu traveler. Melintasi lereng-lereng bukit yang dipenuhi pepohonan hingga berjalan dari Desa Lempur menjadi petualangan yang tak akan terlupakan. Lokasinya berjarak kurang lebih 43 kilometer dari Kota Sungai Penuh. Traveler harus berkendara selama sekitar satu jam jika ingin berkunjung ke danau ini.

Foto: Instagram @verel_dipa_pratama

Gugusan bukit hijau di ujung danau tergambar sempurna dengan birunya langit. Di seberang danau juga terdapat sebuah batu besar berwarna belang. Masyarakat sekitar menamainya batu belang. Di danau ini masih terdapat aneka flora dan fauna langka.

Traveler bisa mendengar alunan kicauan burung dan suara  primata jenis siamang yang saling bersahutan. Danau yang terletak dalam kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) ini memang menjadi ekosistem bagi sekitar 48 jenis mikroalga yang terbagi ke dalam 4 kelas, yaitu Bacillariophyceae (34 jenis), Chlorophyceae (8 jenis), Cyanophyceae (3 jenis), Dinophyceae (3 jenis). Peneliti menduga, banyaknya jenis mikroalga yang hidup di Danau Lingkat inilah yang menjadi penyebab air danau berwarna hijau.

Foto: Instagram @hw.pamungkas

Selain itu, traveler juga bisa menjelajahi permukaan danau dengan menggunakan rakit  bambu sembari menyaksikan alam yang eksotis. Di samping airnya yang berwarna hijau di tepian danau, traveler dapat menyaksikan pemandangan bebatuan berwarna warni yang berada di dasar danau dari permukaan.

Baca :   Eksotisme Pulau Alor; Surga Tersembunyi di Timur Indonesia

Kata Lingkat dalam bahasa lokal berarti rantang. Dilansir dari pesona.travel, berdasarkan cerita masyarakat setempat, dahulu kala ada seorang gadis dari Desa Selempaung, tetangga Desa Lempur, hilang ketika bermain perahu di danau.

Foto: Instagram @salsabilalfafa.

Orangtua sang gadis meminta pertolongan warga desa untuk mencari anak gadis mereka di danau. Untuk menemukan anak gadis yang hilang itu, warga desa bersama-sama mencoba mengeringkan air danau dengan cara menimba air menggunakan rantang (cingkat).

Namun usaha warga desa sia-sia, anak gadis itu tidak pernah ditemukan. Akhirnya seorang warga desa mendapat bisikan gaib yang memberitahu bahwa gadis tersebut telah dibawa oleh makhluk halus penunggu danau. Sejak saat itu, warga desa bersumpah untuk tidak menggunakan perahu lagi di danau itu. Para tetua desa pun melarang warganya mengunjungi danau ini.

Foto: Instagram @mangaloksa_hsb

Baru pada tahun 80-an, danau ini kembali dikunjungi warga dan menjadi salah satu tujuan wisata di Kabupaten Kerinci. Meskipun sudah kembali dikunjungi warga dan wisatawan, larangan penggunaan perahu masih tetap berlaku. Warga setempat hanya menggunakan rakit bambu untuk mengarungi danau ini. Jika ingin berkunjung ke danau ini ada beberapa aturan tak tertulis yang sebaiknya dipatuhi para pengunjung. Di antaranya adalah tidak boleh melamun, berbuat asusila dan takabur.

Di akhir pekan maupun hari libur, banyak sekali wisatawan lokal yang berkunjung ke Danau Lingkat. Untuk menuju ke Danau Lingkat, traveller harus menempuh perjalanan dengan menggunakan kendaraan, baik motor maupum mobil dari desa Lempur. Perjalanan dari Desa Lumpur hanya membutuhkan waktu sekitar seperempat jam. Namun, jika melakukan perjalanan dari Kota Sungai Penuh bisa menempuh satu jam perjalanan.