fbpx
Jalan-Jalan

Gumuk Pasir Parangkusumo: Sandboarding-nya Asyik, Spot Fotonya Unik dan Instagenic

Foto: Istimewa
52views

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selalu memiliki ciri khas dan keunikannya sendiri. Baik dari masyarakatnya, budayanya, hingga destinasi wisatanya. Gumuk Pasir Parangkusumo termasuk salah satu destinasi wisata unik yang berada di Kabupaten Bantul.

Destinasi wisata ini tidak dimiliki daerah lain di Indonesia. Bahkan, hanya ada tiga di Asia  Tenggara, yaitu Filipina (La Paz Sand Dunes), Vietnam (Mui Ne Sand Dunes), dan Indonesia (Gumuk Pasir Parangkusumo).

Foto: Instagram @suryojdb

Gumuk Pasir Parangkusumo termasuk dalam gumuk pasir pesisir (coastal dunes). Gumuk pasir ini terdapat di seluruh garis lintang di dunia, mulai dari kutub hingga khatulistiwa, dan bertipe pasir berchan.

Saat ini, Gumuk Pasir Parangkusumo menjadi destinasi wisata favorit di DIY. Padahal, dulunya, tempat wisata ini hanya dipandang sebagai gundukan pasir yang tidak berguna.

Foto: Instagram @yohanesajiblend

Gumuk pasir memiliki arti gundukan pasir. Dalam bahasa Jawa, Gumuk memiliki arti gundukan atau tumpukan, sedangkan pasir berarti pasir. Keberadaan gundukan pasir ini tak lepas dari hubungan Merapi sebagai salah satu gunung berapi yang paling aktif di dunia dan juga Sungai Opak serta Pantai Parangtritis.

Pasir di pantai ini berasal dari abu vulkanik yang diakibatkan oleh letusan Gunung Merapi. Setelah itu, abu terbawa arus sungai Opak dan akhirnya mencapai ke Parangtritis.

Foto: Instagram @suryojdb

Material vulkanik tersebut dilemparkan ke wilayah sekitar oleh gelombang sampai terkikis dan berubah menjadi debu halus. Setelah dikeringkan, debu akan terbang oleh angin menuju area pinggir pantai.

Proses ini terjadi terus menerus selama ratusan tahun, hingga kemudian membentuk gundukan pasir yang luas, dan kemudian dikenal dengan sebutan Gumuk Pasir Parangkusumo.

Instagram @ayojalanjalan_id

“Gumuk Pasir Parangkusumo, tempat wisata di Yogyakarta yang mirip Gurun Sahara! Yup, benar. Mungkin kalian nggak akan percaya, tetapi keberadaan tempat wisata ini cukup mengejutkan sebagian besar traveler. Memang, kondisi Gumuk Pasir Parangkusumo ini cukup mirip dengan Gurun Sahara yang lokasinya di Afrika Utara. Yuk, agendakan ke sini,” tulis @ayojalanjalan.id.

Gumuk pasir ini memang karya seni yang dibuat secara alami oleh alam. Kamu pasti terkesima ketika pertama kali memasuki kawasan yang dekat Pantai Parangtritis ini. Kamu akan melihat lautan pasir luas dengan hiasan berupa gundukan-gundukan pasir alami dengan berbagai bentuk dan ukuran.

Baca :   The Lodge Maribaya, Tempat Wisata Kekinian yang Instagrammable
Foto: Instagram @gumukpasir

Gumuk Pasir Parangkusumo memiliki gundukan pasir dengan ketinggian berbeda–beda. Kamu dapat melakukan berbagai aktivitas di Gumuk Pasir Parangkusumo. Jika kamu mau meluncur di tengah gurun pasir, kamu harus ke sini. Rasakan sensasi olahraga sandboarding-nya. Olahraga ekstrem ini memang sedang digandrungi anak muda di Yogyakarta. Tentunya, karena bisa membuat adrenalin kamu merasa tertantang.

Jika tidak ingin bermain sandboarding, kamu bisa bermain-main dengan pasirnya yang lembut atau dengan riak ombaknya yang begitu indah. Perpaduan alam yang sangat memanjakan kamu untuk berelaksasi sepuasnya.

Foto: Instagram @keysd_photography

Buat kamu yang hobi fotografi, Gumuk Pasir Parangkusumo tempat yang tepat untuk berburu gambar menarik. Terutama saat sore hari, menjelang sunset datang menghampiri. Tidak sedikit pula pasangan yang melakukan foto prewedding di sini.

Banyak destinasi wisata yang bisa kamu singgahi di sini, tinggal menyusuri bibir pantainya saja. Kamu akan sampai di Pantai Parangtritis, Pantai Cemara Sewu dan Pantai Depok. Kamu juga bisa tandem paralayang di Bukit Paralayang Parangtritis.

Foto: Instagram @gumukpasir

Rute menuju Gumuk Pasir Parangkusumo cukup mudah. Dari pusat Kota Yogyakarta, langsung saja ambil arah menuju ke jalan parangtritis. Ikuti jalan ke arah selatan dengan jarak tempuh sekitar 35 Km. Harga tiket masuk ke Gumuk Pasir Parangkusumo sangat terjangku, Anda hanya mengeluarkan biaya Rp5.000.

Sementara biaya parkirnya Rp2.000. Bagi wisatawan yang ingin menikmati fasilitas sandboarding, biaya sewa papan sekitar Rp150.000-Rp200.000. Jika kamubelum bisa menggunakan papan sanboarding, akan ada pemandu yang siap membantu.