Kecantikan & Kesehatan

Inilah Risiko Terburuk Kram Otot, Cedera yang Dialami Anthony Ginting

Risiko kram otot yang diderita Anthony Ginting dalam partai final Asian Games 2018
Anthony Ginting tidak bisa menyelesaikan pertandingan karena kram (Foto: Istimewa)
112views
Waktu baca : 2 menit

Anthony S. Ginting tidak bisa menyelesaikan pertandingan partai pertama dalam final bulutangkis beregu putra Asian Games 2018, Rabu (22/8) malam. Kram otot yang dialaminya pada game ketiga membuatnya tidak bisa meladeni permainan Shi Yuqi, salah satu andalan tim China, hingga akhir. Ia berhenti pada skor 20-21.

Sekjen PB PBSI, Achmad Budiarto, mengatakan bahwa malam itu, kondisi Anthony cukup parah. Pasalnya, kram yang ia alami sudah termasuk kronis. Tarikan ototnya sangat kuat dari ujung jari sampai paha. Bagian yang paling keras karena kontraksi otot itu adalah betis. Dehidrasi memperparah kondisinya.

“Anthony tetap memaksakan, padahal sudah merasakan (kram) di pertengahan. Dia sudah mati-matian. Namun, akhirnya tidak bisa melanjutkan,” katanya seperti dilansir detikSport.

Risiko kram otot yang diderita Anthony Ginting dalam partai final Asian Games 2018
(Foto: JawaPos)

Kram otot, menurut dr. Nurul Paramitha, MBiomed, SpKFR dari Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), memang sering terjadi pada para atlet karena melakukan gerakan yang tiba-tiba dalam sebuah latihan atau pertandingan.  Bahaya atau dampaknya tergantung pada kondisi cederanya.

“Dampaknya tergantung pada seberapa besarnya cedera. Bisa saja benar-benar berdampak. Ya, tidak bisa kembali pulih sempurna 100 persen. Namun, bisa juga kembali pulih sempurna 100 persen. Cuma pasti butuh waktu sampai bisa return to sports,” jelasnya seperti dilansir detikHealth, Kamis (23/8).

Risiko kram otot yang diderita Anthony Ginting dalam partai final Asian Games 2018
(Foto: Kompas.com)

Berapa lama waktu yang diperlukan Anthony untuk kembali pulih tergantung pada seberapa parah cedera yang dialaminya. Jika ringan, ia bisa pulih dalam waktu yang cepat. Jika ternyata parah, ia membutuhkan waktu selama beberapa hari untuk bisa pulih. Dan pemulihan itu tergantung pada bagaimana program rehabilitasinya.

Saat ini, hingga berita ini diturunkan, kondisi Anthony sudah mulai membaik. Ia sudah bisa berjalan. Ia diharapkan segera pulih karena bakal kembali tampil pada nomor perorangan pada Jumat (24/8) nanti.