Teknologi

Ingin Hidup Selamanya, Bos Kecerdasan Buatan Ini Ingin Unggah Otaknya ke Cloud

Bos Silicon Valley unggah otak ke dalam Cloud
Sam Altman (Foto: Fortune)
83views
Waktu baca : 3 menit

Teknologi berkembang begitu cepat dan masif. Hampir tidak ada lagi dimensi kehidupan manusia yang tidak disusupi teknologi. Semuanya sudah sangat teknologis.

Rupanya membuat manusia menjadi sangat teknologis tidaklah cukup. Para ilmuwan dan penemu ingin melakukan terobosan lagi. Sebuah terobosan dahsyat. Terobosan itu adalah bagaimana membuat manusia tidak bisa mati.

Dapatkah manusia tidak bisa mati? Ini adalah pertanyaan besar untuk para ilmuwan dan orang cerdas dalam bidang teknologi. Mereka yakin bahwa imortalitas manusia bisa diciptakan.

Atas nama itulah, mereka menggelontorkan uang dalam jumlah besar. Uang itu digunakan untuk mendanai peningkatan dan penciptaan teknologi baru. Banyak bos teknologi Silicon Valley yang sudah menyisihkan sebagian besar kekayaan mereka untuk memenuhi ambisi ini. Jeff Bezos, CEO Amazon, dan Sergey Brin, salah satu pendiri Google, adalah beberapa di antaranya.

Bos Silicon Valley unggah otak ke dalam Cloud
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Apakah memang manusia bisa hidup selamanya? Apakah kematian bisa dielakkan. Jika ya, sampai pada tahap mana?

Itu jelas bukan pertanyaan mudah. Sudah sejak dulu para ilmuwan dan filsuf berkutat dengan perkara itu. Namun, hingga saat ini, pertanyaan itu tetaplah tinggak pertanyaan.

Dalam perjalanan selanjutnya, para ilmuwan yakin bahwa jika ternyata kematian fisik tidak bisa dihindari, mungkin ada hal yang bisa membuat manusia hidup selamanya. Dan banyak penelitian dilakukan untuk membuktikan hal itu.

Ray Kurzweil, seorang ilmuwan dan futuris yang kemudian menjadi Director of Engineering Google, sangat yakin bahwa manusia dapat hidup selamanya. Caranya adalah dengan mengunggah seluruh isi otak ke dalam cloud. Dan ia memperkirakan bahwa manusia akan dapat mengunggah seluruh isi otaknya dan hidup selamanya secara digital pada tahun 2045 mendatang.

Bos Silicon Valley unggah otak ke dalam Cloud
Ilustrasi (Foto: Getty Images)

Ramalan Kurzweil ini rupanya sangat menggoda Sam Altman. Dia salah satu figur penting dari Silicon Valley. Dan dia adalah presiden dari perusahaan venture capital Y Combinator dan salah satu pendiri perusahaan riset kecerdasan buatan (AI) OpenAI bersama Elon Musk.

Altman sudah mendaftarkan dirinya ke perusahaan Nectome, sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 2016 lalu oleh dua orang peneliti AI dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), untuk mengunggah isi otaknya ke dalam cloud dengan harapan agar kesadarannya tetap hidup ketika ia sudah mati. Untuk masuk dalam daftar tunggu itu, ia harus merogoh kocek sebesar USD10.000 atau setara dengan Rp143 juta.

“Aku memperkirakan otakku akan diunggah ke cloud,” katanya kepada MIT Technology Review seperti dilansir dari detiknet.

Bos Silicon Valley unggah otak ke dalam Cloud
Ilustrasi (Foto: iStock)

Perlu diketahui bahwa proses untuk mengunggah isi otak ke dalam cloud ini tidaklah mudah. Proses ini berlangsung tidak setelah seseorang meninggal dunia, tetapi ketika orang itu masih hidup. Dalam proses ini, teknik yang akan digunakan teknik pembalseman berteknologi tinggi. Akibatnya adalah individu itu akan meninggal dunia.

Proses itu berlangsung kira-kira seperti ini: individu yang masih hidup itu dianestesi. Dia lalu dihubungkan ke mesin jantung dan paru-paru. Setelah itu, campuran pembalseman akan dipompa ke arteri kateroid di lehernya.

Hingga saat ini, Nectome sendiri belum memiliki teknologi yang dapat memungkinkan mereka untuk mengunggah isi otak manusia ke dalam cloud. Namun, mereka tertantang untuk dapat melakukannya. Mereka berjanji untuk mendemonstrasikan simulasi ‘jaringan neural biologis’ pada tahun 2024.