fbpx
Kecantikan & Kesehatan

Ibu, Jangan Terlalu Lama Menjemur Buah Hatimu!

Bahaya menjemur bayi terlalu lama
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
106views
Waktu baca : 2 menit

Berita terkini Jelujur.com – Hiperbilirubinemia atau yang biasa disebut kulit kuning sering dialami sebagian besar bayi yang baru lahir. Mengapa? Karena organ hatinya belum berfungsi secara sempurna dalam mengolah bilirubin.

Ada 2 cara mudah yang bisa dilakukan orang tua untuk mengatasi masalah ini. Yang pertama adalah memberikan ASI (air susu ibu) lebih sering dan intens lagi. Dan cara kedua adalah menjemur bayi di bawah matahari pagi.

Mengapa menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi sangat penting? Karena sinar matahari pagi dapat membantu menurunkan kadar bilirubin dalam darah bayi. Namun, tidak boleh terlalu lama. Jika tidak, sinar matahari itu dapat menyebabkan masalah lain yang lebih serius lagi.

Inilah beberapa bahaya serius yang bisa muncul jika kamu menjemur buah hatimu terlalu lama:

Kulit teriritasi

Bahaya menjemur bayi terlalu lama
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Jangan terlalu lama membiarkan kulit buah hatimu terpapar sinar matahari karena kulitnya masih sangat sensitif. Daya tahan tubuhnya pun masih lemah. Suhu tubuhnya dapat meningkat, sehingga dia dapat mengalami dehidrasi.

Berapa lama sebaiknya bayi dijemur? Selama 10—15 menit. Jemurlah bayimu pada pukul 07.00—09.00 pagi. Pada jam-jam ini, sinar matahari pagi masih aman dan mengandung banyak vitamin D yang dibutuhkan bayi.

Bisa membahayakan mata

Bahaya menjemur bayi terlalu lama
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Mata bayi yang berusia di bawah 3 bulan masih rentan pada sinar matahari. Sinar yang terlalu terang dapat membahayakan penglihatannya. Jadi, lindungi mata bayimu ketika kamu hendak menjemurnya di bawah sinar matahari. Sebaiknya bayimu tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Lebih baik lagi tutup mata bayimu dengan kacamata khusus bayi atau penutup mata.

Risiko melanoma

Bahaya menjemur bayi terlalu lama
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Dilansir dari hellosehat.com, melanoma adalah kanker kulit yang terjadi karena gangguan pada sel melanosit, sehingga menjadi ganas. Sel melanosit adalah sel yang memproduksi melanin, pigmen penentu warna kulit. Salah satu faktor penyebab melanoma adalah paparan sinar matahari secara langsung.

Pada bayi, kanker kulit ini mudah terjadi karena daya tahan tubuhnya masih lemah. Sudah banyak anak yang menderita melanoma. Ciri-ciri melanoma berupa tahi lalat yang muncul secara tiba-tiba dan menyebar ke area sekitarnya. Tahi lalat ini bisa masuk semakin dalam ke dalam kulit, pembuluh darah, kelenjar getah bening, liver, paru-paru, dan tulang.

Mengingat besarnya risiko kesehatan itu, janganlah terlalu lama menjemur bayimu di bawah sinar matahari. Hindarilah kontak lansung bayi dengan sinar matahari.