Kecantikan & Kesehatan

Ibu-Ibu Harus Tahu: Stroke Juga Bisa Menyerang Janin, Lho!

Stroke bisa menyerang bayi dan janin
Dee Banks dan putrinya, Emma (Foto: Lauren Day/ABC News)
46views

Stroke adalah sebuah kondisi kronis yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang. Hal itu bisa terjadi karena adanya penyumbatan (stroke iskemik) pembuluh darah. Bisa juga karena pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).

Terganggu atau tidak adanya darah ke otak membuat otak tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi. Akibatnya adalah sel-sel pada sebagian area otak akan mati. Dengan demikian, bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak itu tidak akan berfungsi dengan baik.

Dulu, stroke lebih banyak diderita oleh orang tua dan lansia. Pada umumnya yang berusia lebih dari 50 tahun. Namun, dalam perkembangannya, penyakit ini diderita juga oleh orang-orang muda. Bahkan bisa diderita oleh anak kecil dan janin.

Stroke bisa menyerang bayi dan janin
Ilustrasi; stroke terjadi karena terganggunya aliran darah ke otak (Foto: Istimewa)

Dilansir dari abc.net.au, Yayasan Stroke dari Australia mencatat bahwa anak-anak dan bayi juga bisa terserang stroke. Bahkan kondisi kronis itu bisa dialami sejak masih di dalam kandungan. Dan yayasan ini memperkirakan bahwa setiap tahun ada sekitar 300 anak dan bayi terkena stroke di Australia.

“Kita pasti membutuhkan lebih banyak penelitian tentang stroke pada masa kanak-kanak sebagai masalah yang mendesak; langsung mulai dari pencegahan, pengobatan, dan pemulihan,” kata Jude Czerenkowski dari Yayasan Stroke.

Sejak dalam Kandungan

Stroke bisa menyerang bayi dan janin
Dee dan petugas medis berusaha mengatasi stroke yang dialami putrinya (Foto: Lauren Day/ABC News)

Dari 300 ratus anak dan bayi yang dicatat Yayasan Stroke menderita stroke, salah satu di antaranya adalah warga New South Wales bernama Emma Banks. Dee Banks sendiri sudah curiga bahwa ada yang tidak beres pada putrinya itu karena lebih banyak mengandalkan satu sisi tubuhnya. Dan kecurigaannya terjawab ketika pada usia sekitar 10 bulan putrinya didiagnosis terkena stroke. Dan stroke itu terjadi sejak dalam kandungan.

“Saya kira hal pertama yang Anda lakukan, bahkan ketika orang terkena pilek atau semacamnya, adalah mencari tahu diagnosis itu di mesin pencari Google,” katanya.

Ia sudah berusaha mencari tahu informasi tentang kondisi putrinya itu. Namun, ia tidak mendapatkan jawaban. Ia benar-benar khawatir apakan putrinya itu bisa mengatasi keadaannya.

“Dan saya tidak menemukan sumber apa pun di Australia yang dapat membantu menjelaskan mengapa ini terjadi pada anak saya. Pertanyaan besar saya adalah ‘Apakah dia akan mampu mengatasinya? Apakah dia akan bisa berfungsi seperti orang biasa di dunia?’,” keluhnya.

Stroke bisa menyerang bayi dan janin
Emma sudah ceria (Foto: Lauren Day/ABC News)

Ia tidak menyerah. Bersama tim profesional medis, ia berusaha untuk mengatasi masalah itu. Dan usahanya berhasil. Perlahan kondisi putrinya membaik sekalipun ada keterlambatan dalam perkembangan fisik dan kognitifnya.

Ia lalu membentuk kelompok dukungan yang disebut Little Stroke Warriors. Ia dan relawan lainnya mendesak ilmuwan dan tenaga medis untuk melakukan lebih banyak penelitian dan sumber daya mengenai stroke yang menyerang anak-anak. Dengan demikian, orang tua bisa tahu sejak dini apa såja hal yang bisa memicu terjadinya stroke pada anak, termasuk pada janin.