fbpx
Gaya Hidup

Hukum Menanti di Ujung Keke Challenge!

Hukum untuk keke challenge
Ilustrasi orang menari di pinggir jalan (Foto: iStock)
148views
Waktu baca : 3 menit

Dalam beberapa hari belakangan ini, keke challenge sedang menjadi tren. Hampir di seluruh dunia orang beramai-ramai mencoba tantangan yang disebut juga kiki challenge atau In May Feelings challenge ini. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa.

Keke challenge adalah sebuah tantangan yang diciptakan oleh seorang komedian dan bintang Instagram bernama Shiggy. Dia menari dengan aneka gaya dan gerakan sambil mengikuti irama lagu In My Feelings-nya Drake. Dia melakukannya di pinggir jalan pada suatu malam.

Hukum untuk keke challenge
Shiggy sedang menari (Foto: Instagram/@theshiggyshow)

Video yang diunggahnya ke dalam akun Instagram-nya, @theshiggyshow, langsung viral. Banyak orang tertarik untuk meniru gerakannya. Para pesohor dunia ikut-ikutan melakukan tarian yang pada awalnya disebut do the Shaggy dance itu. Salah satunya adalah Will Smith. Dia melakukannya di Budapest, Hungaria.

Dilansir metro.co.uk, keke challenge itu juga dilakukan oleh J-Hope, salah satu personel boyband BTS. Dia turun dari mobil, membiarkan pintu mobil terbuka, dan menari seperti yang Shiggy lakukan mengikuti irama lagu In My Feelings. Ketika dia menari, salah seorang temannya merekam sambil menyetir mobil.

Hukum untuk keke challenge
Will Smith melakukan keke challenge (Foto: YouTube)

Virus keke challenge ini juga “menjangkiti” orang Indonesia. Banyak orang merasa tertantang untuk melakukan apa yang seperti J-Hope lakukan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Para pesohor di tanah air pun ketularan demam tantangan ini.

Masalahnya adalah tantangan ini berpotensi memicu masalah. Ada bahaya di balik tantangan ini. Mengapa? Karena saat merekam temannya, sang pengemudi tak akan memperhatikan jalan atau apa yang ada di depannya.

Hukum untuk keke challenge
J-Hope melakukan keke challenge sambil direkam temannya (Foto: Twitter)

“Ini sangat berbahaya. Ini hanya soal waktu sebelum seseorang terlindas roda mobil atau terseret atau si pengemudi yang sedang merekam tiba-tiba menabrak orang yang sedang menyebrang,” kata Kepala Polisi Methuen, Massachusetts, Amerika Serikat, Joseph Solomon, seperti dikabarkan CBS Boston.

Memang keke challenge adalah sebuah hal iseng. Sebuah hal yang dilakukan orang untuk bersenang-senang. Namun, menurut Solomon, hal itu tidak boleh dilakukan ketika sedang mengendarai mobil. Sebaiknya dilakukan saat mobil dalam keadaan diam atau sedang parkir.

“Mohon jangan lakukan ini saat mobil berjalan. Mohon juga lakukan di area yang aman. Kami tak ingin melihat satu situasi dari viral menjadi tragis,” sarannya.

Hukum untuk keke challenge
Anak-anak muda tertantang untuk melakukan keke challenge (Foto: YouTube)

Dilarang di Oman
Efek negatif dari keke challenge ini benar-benar menjadi pokok perhatian dari petugas lalu lintas. Di Methuen, polisi sudah memberikan peringatan kepada siapa saja yang melakukan hal ini. Tantangan itu tidak boleh dilakukan ketika sedang mengendarai mobil.

Selain di Amerika Serikat, larangan serupa pun diterapkan di Oman. Pihak kepolisian sudah mengeluarkan ultimatum bahwa melakukan keke challenge di jalan raya ketika kendaraan sedang bergerak adalah sebuah pelanggaran hukum lalu lintas.

“Ini adalah pelanggaran hukum lalu lintas Oman yang berkaitan dengan penyalahgunaan kendaraan dan menempatkan orang yang bersangkutan juga orang lain dalam bahaya,” kata pejabat polisi Oman seperti dikutip dari Times of Oman.

Hukum untuk keke challenge
Shiggy dan Drake (Foto: Instagram/@theshiggyshow)

Orang yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas akan dihukum. Hukumannya berupa hukuman penjara dan denda sebesar 50 rial Oman atau setara dengan Rp1,8 juta. SIM pengendara akan diberi tanda pelanggaran dalam bentuk 3 poin hitam.

“Saya sudah mendengar tentang tantangan ini. Dan dilihat di media sosial, kebanyakan yang melakukannya adalah orang muda. Mereka berpikir cepat dan terkadang tak tahu apa yang berbahaya. Saya pikir mereka harus ikut aturan yang terkait keselamatan. Sekalipun menari adalah kegiatan yang menyenangkan, tapi hanya butuh beberapa detik untuk berubah jadi bencana,” ungkap Ali Al Barwani, CEO Oman Road Safety Association.