fbpx
Hiburan

Beginilah Kronologi Kasus Pencemaran Nama Baik oleh Ahmad Dhani

Kronologi kasus pencemaran nama baik oleh Ahmad Dhani
Ahmad Dhani (Foto: detikcom)
269views

Pagi tadi, Kamis (7/2), Ahmad Dhani menjalani sidang perdana kasus pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur. Agenda sidang itu adalah pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum. Ketika menjalani sidang, ia mengenakan kaos hitam dengan tulisan “Tahanan Politik”.

Kasus pencemaran nama baik ini terjadi pada akhir Agustus 2018 lalu. Ketika itu, ia hendak menghadiri acara deklarasi #2019ganti presiden. Acara yang sedianya digelar di Tugu Pahlawan itu gagal karena didemo sejumlah warga. Ia tidak bisa keluar dari Hotel Majapahit, Tunjungan, karena dihadang pengunjuk rasa.

Di dalam hotel itulah, ia membuat vlog. Dalam video singkat yang beredar di media sosial itu, ia menyebut kelompok yang menghadang dirinya ‘idiot’.

“Ini idiot-idiot ini mendemo orang yang tidak berkuasa. Saya nggak bisa keluar. Mohon maaf kepada teman-teman yang deklarasi, saya nggak bisa keluar,” katanya.

Kronologi kasus pencemaran nama baik oleh Ahmad Dhani
Vlog Ahmad Dhani (Foto: tangkapan layar)

Kelompok yang menyebut diri Koalisi Bela NKRI lalu melaporkan Dhani ke Polda Jawa Timur pada 30 Agustus 2018. Menurut mereka, Dhani sudah melakukan pencemaran nama baik.

Pada 1 Oktober 2018, untuk pertama kalinya, polisi memeriksa Dhani di Mapolda Jawa Timur. Setelah pemeriksaan, pentolan Dewa 19 itu membantah bahwa orang “idiot” yang dimaksudkannya adalah para pendemo. Namun, polisi bergeming.

Baca :   Pangeran George dan Putri Charlotte Menjadi Pengiring Pangeran Harry-Meghan Markle

Pada 18 Oktober 2018, berdasarkan bukti permulaan yang cukup, polisi menetapkan Dhani sebagai tersangka.

“Yang bersangkutan, Saudara AD, kami tetap sebagai tersangka atas laporan pencemaran nama baik karena ujaran,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Frans Barung Mangera.

Kronologi kasus pencemaran nama baik oleh Ahmad Dhani
Ahmad Dhani menjalani sidang (Foto: detikcom)

Polda Jatim melimpahkan berkas kasus Dhani kepada Kejaksaan Tinggi Jatim pada 7 Desember 2018. Namun, pihak kejaksaan sempat mengembalikan berkas itu kepada polisi karena dinilai belum lengkap. Baru pada awal Januari 2019 ini kejaksaan menyatakan bahwa berkas Dhani sudah lengkap.

Dalam sidang perdana ini, jaksa menyebut Dhani melanggar pasal 27 ayat 3 juncto pasal 45 ayat 3 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang pencemaran nama baik.

“Saat itu, terdakwa membuat konten video yang berisi kata yang kurang baik, ‘idiot’, yang dianggap melecehkan nama baik peserta demo di luar hotel,” kata Dedi Arissandi, Jaksa Penuntut Umum.