fbpx
Hiburan

Ahmad Dhani Dibui 1,5 Tahun

Ahmad Dhani dipenjara 1,5 tahun
Ahmad Dhani (Foto: Medcom.id)
207views

Pada awal 2017 lalu, Ahmad Dhani mengunggah twit melalui akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST. Tiga dari beberapa cuitan itu dinilai mengandung ujaran kebencian. Cuitan itu dianggap menghasut dan penuh kebencian terhadap pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dhani lalu dilaporkan oleh Jack Lapian yang merupakan pendiri BTP Networks dengan tuduhan menyebarkan ujaran kebencian.

Setelah melalui beberapa kali sidang, Senin (28/1) lalu, vonis dijatuhkan kepadanya. Ia dihukum dengan pidana penjara selama 1,5 tahun. Vonis itu dibacakan oleh Hakim Ketua Ratmoho dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/1) lalu.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo dengan hukuman penjara selama satu tahun enam bulan,” kata Hakim Ketua Ratmoho.

Ahmad Dhani dipenjara 1,5 tahun
Ahmad Dhani ditemani putra bungsunya, Dul (Foto: Istimewa)

Vonis ini sebenarnya lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya JPU menuntut Dhani dihukum 2 tahun penjara. Menurut penilaian hakim, Dhani melanggar Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Mantan suami Maia Estianty itu dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana, yaitu dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh melakukan, menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan. Majelis hakim lalu menyita barang bukti berupa satu buah flash disk berisi screenshoot twit akun Twitter @AHMADDHANIPRAST, satu telepon seluler berikut SIM card, dan akun Twitter @AHMADDHANIPRAST beserta e-mail.

Dari beberapa cuitan yang diunggah Dhani pada awal 2017 lalu itu, ada tiga cuitan yang diperkarakan jaksa. Twit yang diunggah pada rentang waktu Februari-Maret 2017 itu diduga berbau sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Kicauan-kicauan Dhani itu diunggah seorang yang bertugas sebagai tenaga administrasi bernama Suryopratomo Bimo. Dia digaji Rp2 juta per bulan.

Baca :   Beginilah Kronologi Kasus Pencemaran Nama Baik oleh Ahmad Dhani
Ahmad Dhani dipenjara 1,5 tahun
Ahmad Dhani berjalan menuju mobil tahanan (Foto: ANTARA)

Dhani sendiri mengakui bahwa ia menulis hanya satu dari tiga twit yang diperkarakan. Twit itu diunggahnya pada 6 Maret 2017. Sementara dua twit lainnya, yaitu yang diunggah pada 7 Februari 2017 dan 7 Maret 2017, ditulis oleh dua orang lain.

Twit yang diunggah pada 7 Februari, katanya, ditulis oleh Fahrul Fauzi Putra. Sementara twit tertanggal 7 Maret ditulis oleh Ashabi Akhyar. Kedua orang itu adalah anggota tim suksesnya. Ketika itu, ia maju dalam Pilkada Kabupaten Bekasi sebagai calon wakil bupati. Dan kedua orang itu diberi kewenangan untuk memegang ponselnya.

Ahmad Dhani dipenjara 1,5 tahun
Ahmad Dhani di antara para napi lainnya di LP Cipinang (Foto: Twitter/Dahnil A. Simanjuntak)

Ia dan kedua relawannya itu mengirimkan salinan kalimat melalui WhatsApp kepada Suryopratomo Bimo. Bimo kemudian mengunggah kalimat-kalimat itu ke dalam akun tersebut.

Fahrul dan Ashabi menjadi saksi meringankan yang dihadirkan oleh tim kuasa hukum Dhani dengan saksi ahli hukum pidana dan ahli bahasa. Sebelum itu, tim jaksa penuntut umum telah menghadirkan beberapa saksi yang memberatkan Dhani. Mereka adalah Jack Lapian, Danick Danoko, Retno Hendri Astuti, Natalia Dwi Lestari, Togar Harahap, Syawal, Suryopratomo Bimo, Wardoyo, dan Memet Indrawan. Jaksa juga menghadirkan saksi Ahli Hukum Pidana, Effendy Saragih, dan saksi Ahli ITE Digital Forensik, Saji Purwanto.