fbpx
Berita

Heboh!!! Pria di Kalimantan Ini “Bangkit” Setelah Dikubur

Heboh pria bangkit lagi setelah dikubur
Susanto dikubur di dalam lumpur (Foto: Dok. Polda Kalbar)
90views
Waktu baca : 2 menit

Beberapa hari lalu, sebuah berita yang menghebohkan muncul dari Kalimantan Barat. Seorang lelaki “bangkit” lagi setelah dikuburkan. Ia dikuburkan tidak lama setelah tersetrum listrik bertegangan tinggi di sebuah bengkel.

Peristiwa itu, seperti dilansir detikcom, terjadi di Desa Sungai Purun Kecil, Sungai Piyuh, Kalimantan Barat. Lelaki yang tersengat listrik itu bernama Susanto. Dia sedang mengelas kanopi di depan bengkel mobil Aneka Jaya. Ia tersetrum karena jarak kanopi terlalu dekat dengan kabel bidar utama/kabel TM (jaringan listrik).

Susanto langsung ditolong warga sekitar. Sebagian badannya kemudian dikubur di dalam lumpur. Tidak lama kemudian, Susanto siuman.

Peristiwa “bangkit”-nya Susanto itu direkam oleh warganet. Video itu lansung viral melalui akun Facebook seorang warganet pada Kamis (12/7) lalu.  

“Subhanallah….Kejadian di Pontianak. Orang kesetrum yang dikatakan sudah mati, langsung dikubur dalam tanah yang basah, bisa hidup lagi.  Mungkinkah ini bisa jadi pelajaran salah satu cara kalau orang kesetrum itu pertolongan pertama di kubur dalam tanah basah, ya?” Demikian keterangan atas video itu.

Heboh pria bangkit lagi setelah dikubur
(Foto: Dok. Polda Kalbar)

Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Didi Haryono, mengatakan bahwa Susanto dikubur warga di dalam lumpur sebagai bentuk pertolongan pertama pada korban. Penguburan itu dilakukan untuk menghilangkan aliran listrik di dalam tubuhnya. Hal ini disebut dengan grounding. Saat dikubur, Susanto masih hidup.

“Adapun pertolongan pertama yang dilakukan warga sekitar setelah kejadian tersebut adalah dengan mengubur bagian tubuh korban dengan lumpur mulai leher sampai kaki guna menghilangkan induksi aliran listrik dalam tubuh korban (ground),” jelas Didi.

Pertolongan pertama itu berhasil. Korban siuman setelah dikubur di dalam lumpur. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh. Setelah itu, korban dirujuk ke RS Rubini, Mempawah untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Setelah mendapatkan perawatan di RS Rubini, Mempawah, Susanto diperbolehkan pulang.

“Sudah kembali pulang karena secara fisik sudah baik. Tinggal menghilangkan trauma saja. Butuh perawatan lebih lanjut,” kata Kepala Urusan Liputan Produksi Dokumentasi (Lipprodok) Humas Polda Kalimantan Barat, AKP Cucu Safiyudin, Jumat (13/7) lalu.