fbpx
Berita

Golkar: Debat Capres Dalam Bahasa Inggris adalah Hal Lucu

Debat capres dalam bahasa Inggris
Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga (Foto: Istimewa)
101views
Waktu baca : 2 menit

Beberapa waktu lalu, tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan agar debat capres dilakukan dalam bahasa Inggris. Usul itu diutarakan oleh Yandri Susanto, Ketua DPP PAN.

“Boleh juga kali, ya? Ya, makanya hal-hal detail seperti ini perlu didiskusikan,” kata Yandri setelah rapat sekjen di Posko Pemenangan PAN, Jl. Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9) lalu.

Usulan itu disambut baik oleh Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Gerindra. Menurutnya, perubahan format debat seperti itu adalah hal yang bagus.

“Kalau pakai, bagus. Kalau enggak juga enggak apa-apa. Kalau ada, ya, itu berarti suatu kemajuan. Kalau enggak, ya, enggak ada masalah,” katanya di kediaman Prabowo Subianto di Jl. Kertanegara, Jakarta Selatan, seperti dilansir detikcom.

Debat capres dalam bahasa Inggris
Yandri Susanto (Foto: Politik Today)

 Usul itu dianggap merupakan hal yang lucu oleh kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Agak lucu kalau kita kampanye (debat) menggunakan bahasa Inggris. Macam kita di Inggris aja. Kita di Indonesia (pakai) bahasa Indonesia,” kata Airlangga Hartanto, Ketua Umum Golkar, di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakart Selatan, Sabtu (15/9).

Sudah seharusnya bahasa Indonesia digunakan dan dijunjung tinggi sebagai bahasa persatuan, termasuk dalam konteks debat capres.

“Kita ini negara Indonesia dan kita bangsa Indonesia dan kita ada Sumpah Pemuda: berbahasa satu, bahasa Indonesia,” tegasnya.

Debat capres dalam bahasa Inggris
Airlangga Hartarto (Foto: detikcom)

Di beberapa negara, dalam sebuah pertemuan bilateral, bahasa Inggris tidak digunakan. Mereka justru menggunakan bahasa mereka sendiri.

“Jadi, itu yang menjadi catatan. Dalam pertemuan bilateral masing-masing negara seperti Korea dan Cina, mereka juga menggunakan bahasa sendiri,” katanya.

Sebelum ditolak oleh kubu Jokowi-Ma’ruf Amin, usulan Yandri itu sebenarnya sudah dimentahkan oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

“Saya kira enggak perlulah. Bahasa Indonesia aja. Bahasa kebangsaan,” kata Prabowo di kediamannya di Jl. Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/9) lalu.