Berita

Fakta tentang Gempa dan Tsunami yang Menghancurkan Palu dan Donggala

fakta tentang gempa dan tsunami di Palu dan Donggala
Proses evakuasi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala (Foto: Tribunnews.com)
146views
Waktu baca : 3 menit

Belum juga selesai rasa duka karena gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia kembali dihantam duka yang dalam. Jumat (28/9) sore lalu, gempa berkekuatan 7,4 SR mengguncang Sulawesi Tengah. Palu dan Donggala luluh lantak dalam sekejap. Setelah gempa, tsunami menyerbu dan memporak-porandakan apa saja.

“Korban yang kita pilah-pilah, totalnya 1.234 orang meninggal yang berasal dari dampak gempa bumi. Terutama reruntuhan bangunan dan terjangan dari tsunami,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (2/10) lalu seperti dilansir liputan6.com.

fakta tentang gempa dan tsunami di Palu dan Donggala
(Foto: Kompas.com)

Jumlah korban diperkirakan bisa bertambah. Pasalnya, hingga berita ini dipublikasikan, masih banyak korban yang tertimbun bangunan dan belum bisa dievakuasi. Proses evakuasi tidak berjalan lancar karena minimnya alat berat.

Berikut ini ada sejumlah fakta yang ditemukan setelah gempa dan tsunami melanda Palu dan Donggala:

Ratusan Rumah Tertimbun Lumpur

fakta tentang gempa dan tsunami di Palu dan Donggala
(Foto: detikcom)

Ada dua kawasan yang mengalami kerusakan paling parah karena gempa dan tsunami, yaitu Perumnas Patoga di Palu Selatan dan Perumnas Balaroa di Palu Barat, Sulawesi Tengah. Karena keduanya dekat dengan sesar Palu Koro.

Ketika gempa terjadi, tanah bergerak bak gelombang dan menenggelamkan ratusan rumah yang berdiri di atasnya. Fenomena tanah bergerak ini disebut likuifaksi: sebuah kondisi dimana tanah berubah menjadi air, sehingga kehilangan kekuatan.

BNPB mencatat bahwa ada sekitar 744 unit rumah yang tenggelam di perumahan Patoga. Dan diperkirakan lebih dari 500 orang meninggal dunia. Sementara di Perumnas Balaroa, ada sekitar 1.747 rumah yang ditelan bumi akibat gempa dan tsunami.

7 Kecamatan di Sigi Terisolir

fakta tentang gempa dan tsunami di Palu dan Donggala
(Foto: Istimewa)

Gempa dan tsunami membuat 7 kecamatan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terisolasi karena jalur transportasi terputus akibat longsor dan jalan terbelah pascagempa. Ketujuh kecamatan itu adalah Kecamatan Lindu, Kulawi, Kulawi Selatan, Dolo Barat, Dolo Selatan, Gumbasa dan Salawu.

“Masyarakat yang ada di sana tetap memerlukan bantuan logistik obat-obatan, tenaga medis, alat berat, dan sebagainya. Saat ini, kita masih fokus penanganan di kota Palu,” kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur.

Alat Deteksi Tsunami Rusak

fakta tentang gempa dan tsunami di Palu dan Donggala
(Foto: Istimewa)

Tidak ada pemberitahuan akan terjadi tsunami karena alat deteksi dini tsunami atau Buoy Tsunami di Indonesia sudah tidak bisa dioperasikan sejak 2012. Biaya operasional yang tiap tahun menurun diduga menjadi salah satu penyebabnya. Padahal alat deteksi dini tsunami di Indonesia sangat dibutuhkan.

Ratusan Gempa Susulan

fakta tentang gempa dan tsunami di Palu dan Donggala
(Foto: BBC.com)

Setelah gempa yang terjadi pada Jumat (28/9) itu, telah terjadi ratusan gempa susulan. Hingga Selasa (2/10) pukul 06.46 WIB lalu, sudah terjadi 255 gempa susulan.

“Kalau dari tren, gempa susulan kekuatannnya menurun, ya. Mudah-mudahan tidak seperti di Lombok. Kalau di Lombok itu mengecil, tapi tiba-tiba muncul gempa lagi di segmen sebelahnya,” kata Sutopo.