fbpx
Ilmu Pengetahuan

Enam Tahun Lagi, NASA Akan Menyentuh Matahari

NASA kirim satelit ke Matahari
Ilustrasi (Foto: Pexels)
106views
Waktu baca : 2 menit

NASA, badan antariksa nasional Amerika Serikat, merilis Parker Solar pada Sabtu (11/8) pukul 03:33 pagi Zona Waktu Timur dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Satelit ini, seperti dilansir abc.net.au, diluncurkan untuk menyentuh Matahari. Satelit sebesar mobil ini akan tercatat sebagai pesawat luar angkasa pertama yang mendekati pusat tata surya.

Parker Solar ini akan mendekati atmosfer yang sangat panas dengan jarak 4 juta mil dari Matahari. Jarak yang akan ditempuh oleh Parker Solar ini merupakan jarak terdekat yang pernah dicapai oleh satelit buatan manusia. Satelit otonom ini akan mengungkap misteri tentang Matahari dan atmosfernya.

Harus diakui bahwa Matahari masih menjadi misteri besar untuk para ilmuwan. Sekitar 2.500 tahun yang lalu, para astronom Yunani sudah berbicara tentang Matahari. Mereka melihat matahari sebagai sebuah bola besar bercahaya yang digerakkan oleh sebuah batu merah yang sangat panas.

NASA kirim satelit ke Matahari
Parker Solar Probe (Foto: Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory)

Sejak saat itu, para ilmuwan berusaha untuk membongkar misteri Matahari. Namun, banyak yang menganggap bahwa usaha itu akan sia-sia. Sangat tidak mungkin mendekati Matahari. Apalagi sampai membongkar semua hal tentangnya.

Baru pada beberapa dekade terakhir usaha itu memperlihatkan kemajuan. Diluncurkannya Parker Solar menjadi tonggak penting dalam sejarah manusia untuk mencari tahu apa pun tentang Matahari. Satelit dengan nama yang diambil dari nama Eugene Parker, seorang astrofisikawan, ini akan melaju dengan kecepatan lebih dari 720 ribu km per jam. Diperkirakan satelit ini akan mendekati permukaan Matahari pada akhir tahun 2024.

Para ilmuwan NASA tahu bahwa sangat tidak mudah untuk mendekati korona. Bagian terluar dari Matahari itu memiliki partikel-partikel kecil yang suhunya mencapai lebih dari 3 juta derajat Fahrenheit. Apa pun yang melintas di dekat wilayah ini harus benar-benar tahan panas. Jika tidak, akan meleleh.

NASA kirim satelit ke Matahari
Korona matahari yang terlihat ketika terjadi gerhana (Foto: Wikimedia Commons)

NASA mengklaim bahwa satelit yang diciptakan itu tidak akan meleleh ketika mendekati korona. Dengan teknologi canggih, pesawat ruang angkasa itu akan tetap pada suhu kamar sekalipun berada di beberapa tempat terpanas di Tata Surya. Satelit itu dilindungi inti busa tebal yang mengandung 97% air yang akan menjepit lapisan komposit karbon-karbon.

Pesawat yang akan akan melakukan perjalanan ke Matahari dengan kecepatan hingga 430.00 mill per jam ini rencananya akan diluncurkan pada Sabtu, pukul 03:33 pagi Zona Waktu Timur dari Cape Canaveral, Florida.